ADAKITANEWS, Kediri – Dinas Sosial Kota Kediri memastikan penyaluran program ATM Beras Mapan periode Januari–Februari berjalan lancar di seluruh kelurahan pada hari kedua distribusi, Jumat (17/4/2026). Melalui pemanfaatan 46 unit mesin otomatis, pemerintah berupaya mempercepat ketersediaan bahan pokok bagi warga prasejahtera.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttaqin, melakukan peninjauan langsung di Kelurahan Setonopande untuk menjamin efektivitas alat distribusi tersebut. Meskipun sempat ditemukan kendala teknis pada satu mesin di Kelurahan Ngronggo, tim sigap telah melakukan perbaikan sehingga proses penyaluran tidak terhambat.
“Kita sudah standby-kan masing-masing petugas di setiap kelurahan. Untuk keluhan yang cukup berat, kita juga sudah sediakan petugas teknisi yang mobile setiap saat. Sehingga jika saat penyaluran terjadi error, bisa langsung diatasi dan tidak menghambat penyaluran,” jelasnya.
Seluruh mesin ATM Beras yang dioperasikan merupakan wujud kolaborasi CSR antara sektor perbankan, dunia usaha, dan instansi pendidikan. Dinas Sosial bersama pihak kelurahan rutin melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh satu hingga dua minggu sebelum jadwal distribusi dimulai guna menjaga performa mesin.
“Sebelum penyaluran, kami dari Dinas Sosial juga akan keliling untuk memastikan semua mesin ATM Beras bisa berjalan normal,” tambahnya.
Validitas data penerima manfaat merujuk pada basis data DTSEN desil 1 hingga 4 yang difokuskan bagi warga yang belum tersentuh bantuan pusat maupun program BPNT. Imam menegaskan bahwa evaluasi berkala akan dilakukan setelah penyaluran tahap ini selesai untuk memperbarui data penerima jika ada warga yang pindah domisili atau meninggal dunia.
“Setelah selesai penyaluran pertama ini akan kita evaluasi mana yang tidak atau belum mengambil. Kita pastikan apakah yang bersangkutan sudah pindah domisili, meninggal, dan sebagainya. Sehingga pada penyaluran berikutnya di bulan Mei nanti betul-betul lebih akurat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Masyarakat juga didorong untuk aktif memberikan laporan jika menemukan adanya kendala teknis atau indikasi ketidaktepatan sasaran bantuan di lapangan. Imam berharap bantuan pangan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh penerima guna memenuhi kebutuhan konsumsi harian keluarga.
“Saya harap semua penerima dapat mengambil bantuan dan benar-benar digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kita juga terbuka untuk menerima saran dan masukan agar program ini tetap berkelanjutan,” pesannya.
Salah satu warga Kelurahan Setonopande, Dewi Kuntari, mengungkapkan bahwa sistem pengambilan bantuan berbasis kartu ini sangat memudahkan masyarakat karena prosesnya yang cepat. Ia merasa kehadiran petugas pendamping di setiap mesin ATM Beras memberikan rasa nyaman dan kepastian bagi para lansia maupun ibu rumah tangga saat bertransaksi.
“Alhamdulillah, terima kasih untuk Pemerintah Kota Kediri karena dengan adanya ATM Beras ini bisa membantu kebutuhan keluarga. Proses pengambilannya pun juga mudah, cepat, tanpa kendala serta dibantu dan didampingi oleh petugas dari kelurahan,” terangnya.
Harapan senada juga disampaikan oleh Seriono, seorang pekerja serabutan yang merasa beban ekonominya sedikit berkurang berkat program ini. Ia berharap inisiatif berbasis teknologi tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan warga kurang mampu di Kota Kediri.
“Semoga program ini bisa berkelanjutan agar bisa membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu,” harapnya.(*)











