ADAKITANEWS, Kediri – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perhubungan memanfaatkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk mengenalkan layanan bus sekolah gratis kepada para pelajar. Sosialisasi ini berlangsung selama tiga hari dengan sasaran siswa baru di SMPN 5, SMPN 8, dan SMPN 7 Kota Kediri.
Pada Kamis (16/7/2026), kegiatan digelar di SMPN 8 Kota Kediri dan diikuti sebanyak 352 siswa baru. Dalam sosialisasi tersebut, para peserta mendapatkan informasi mengenai rute, jadwal operasional, serta edukasi tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Salah seorang pengguna bus sekolah, Syahila Dwikirani, siswi kelas IX yang tinggal di Kelurahan Mrican, mengaku rutin memanfaatkan layanan tersebut. Ia biasanya naik dari titik penjemputan di kawasan Dermo untuk berangkat ke sekolah.
“Keberadaan bus sekolah ini sangat membantu, terutama saat orang tua sedang sibuk bekerja di luar kota atau berhalangan untuk mengantar ke sekolah, saya bisa naik bus untuk ke sekolah,” ungkapnya.
Menurut Syahila, fasilitas bus sekolah sudah memadai, mulai dari kenyamanan armada hingga keramahan petugas. Ia juga menilai ketepatan waktu menjadi salah satu keunggulan layanan tersebut karena bus selalu tiba sesuai jadwal, yakni sekitar pukul 06.15 WIB di titik penjemputannya.
Ia mengajak para pelajar untuk memanfaatkan transportasi umum, khususnya bus sekolah, karena selain memudahkan perjalanan ke sekolah juga dapat membantu mengurangi kemacetan di jalan.
Antusiasme juga disampaikan Fenecia Erlita Arzifa Syarwa, siswi kelas VII yang berdomisili di Kelurahan Semampir. Meski sebelumnya telah mengetahui adanya layanan bus sekolah, ia mengaku semakin tertarik menggunakannya setelah mengikuti sosialisasi. Menurutnya, bus sekolah menjadi solusi bagi siswa ketika orang tua tidak dapat mengantar karena kesibukan atau keperluan mendesak.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin, mengatakan sosialisasi ini bertujuan mengenalkan layanan antar jemput gratis kepada siswa sekaligus meningkatkan kesadaran akan keselamatan berlalu lintas.
“Melalui sosialisasi ini kita mengenalkan adanya bus sekolah yang melayani siswa untuk antar jemput. Ini penting, karena siswa usia SMP secara hukum belum diperbolehkan mengendarai motor sendiri. Selain itu, siswa baru juga dapat lebih mengenal dan memanfaatkan fasilitas bus sekolah,” terangnya.
Menurut Cholis, penggunaan bus sekolah juga memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa, seperti melatih kedisiplinan, kemandirian, serta kemampuan bersosialisasi dengan sesama pelajar.
“Dengan naik bus sekolah anak dilatih untuk disiplin bangun pagi dan memahami jadwal keberangkatan agar tidak tertinggal. Selain itu, kemandirian siswa turut terasah karena mereka tidak perlu lagi diantar jemput oleh orang tua,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bus sekolah berangkat dari Terminal Tamanan setiap pukul 05.45 WIB. Sementara jadwal penjemputan setelah sekolah berlangsung pada Senin hingga Kamis pukul 14.30 WIB dan Jumat pukul 13.30 WIB. Siswa diimbau memahami jadwal tersebut agar dapat memanfaatkan layanan secara optimal.
Untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan, setiap armada telah dilengkapi pendingin ruangan (AC), kotak P3K, serta memiliki kapasitas 28 tempat duduk. Selain itu, seluruh kendaraan menjalani uji kelaikan atau uji KIR secara berkala setiap enam bulan sekali.
Cholis menambahkan, sejak diluncurkan pada 2016, layanan bus sekolah terus berkembang. Dari semula hanya mengoperasikan tiga unit bus untuk tiga rute, kini armada bertambah menjadi lima unit dengan tetap melayani tiga rute perjalanan. Apabila minat siswa meningkat setelah sosialisasi MPLS, Dishub Kota Kediri siap menambah armada untuk memenuhi kebutuhan transportasi pelajar.
“Tidak menutup kemungkinan kita tambahkan armada mengingat tahun kemarin setelah kita melakukan MPLS ada penambahan minat dari adik-adik hingga kapasitas kursi terisi penuh,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMPN 8 Kota Kediri, Mar’atul Kibtiyah, menilai keberadaan bus sekolah sangat membantu para siswa, terutama mereka yang tinggal jauh dari sekolah atau ketika orang tua tidak dapat mengantar maupun menjemput.
“Dengan adanya sosialisasi bus sekolah dari Dinas Perhubungan tentunya sangat membantu, khususnya bagi siswa baru yang belum familiar dengan layanan ini, sekaligus sebagai solusi antisipasi jika orang tua mereka tidak bisa mengantar atau menjemput sekolah,” pungkasnya.(*)











