ADAKITANEWS, Pontianak – Kementerian Agama Kota Pontianak berkolaborasi dengan Yayasan Karya Dua Anyam resmi menjalin kemitraan strategis lewat Program SHE CAN. Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan literasi keuangan bagi para calon pengantin guna memitigasi risiko perceraian serta menekan angka kemiskinan melalui manajemen keuangan keluarga yang sehat sejak dini.
Program SHE CAN sendiri merupakan inisiatif bersama antara DBS Foundation dan The Asia Foundation, yang diimplementasikan oleh Yayasan Karya Dua Anyam dalam rangka mendorong percepatan inklusi keuangan bagi kelompok perempuan rentan di wilayah Kalimantan Barat.
Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat tahun 2026, Kota Pontianak berada di urutan kedua dengan tingkat perceraian tertinggi di provinsi tersebut, yakni menyentuh 885 kasus. Dari sekian banyak faktor, masalah ekonomi—termasuk ketidakstabilan finansial, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga sengketa nafkah—menjadi pemicu paling mendominasi.
Melalui kurikulum khusus yang ada di modul SHE CAN, para calon pasangan suami istri akan diajarkan cara menyusun perencanaan keuangan, menetapkan target finansial jangka panjang, serta memahami konsep kesetaraan peran dalam menjaga pilar ekonomi rumah tangga.
Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia, Mona Monika, menyampaikan bahwa pemahaman finansial yang baik merupakan modal dasar dalam melahirkan unit keluarga yang mandiri.
“Kami bangga menjadi bagian dari kemitraan strategis melalui Program SHE CAN bersama Kementerian Agama Kota Pontianak, The Asia Foundation, dan Yayasan Karya Dua Anyam untuk memperluas akses literasi dan inklusi keuangan bagi calon pengantin. Kami percaya literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun ketahanan finansial individu, keluarga, dan masyarakat yang lebih tangguh. Sejalan dengan misi DBS Foundation, kami berharap modul ini dapat diadopsi lebih luas sehingga semakin banyak keluarga memiliki kesiapan finansial yang lebih baik dan dapat menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri,” paparnya.
Project Lead SHE CAN Yayasan Karya Dua Anyam, Riri Mahmuda, turut menggarisbawahi bahwa kematangan dalam mengelola materi tidak boleh dinomorduakan setelah aspek spiritual dalam pernikahan.
“Selain kematangan spiritual, kematangan perilaku finansial merupakan bekal penting yang harus dimiliki setiap calon pengantin. Berbagai kasus perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga kerap bermula dari persoalan ekonomi,” kata Riri.
Nantinya, pembekalan literasi keuangan ini akan dilebur ke dalam kelas Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang terjadwal rutin di seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Pontianak, sehingga edukasi dapat diterima sebelum ijab kabul dilaksanakan.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kota Pontianak, Yuliansyah, menyatakan kesiapan jajarannya untuk menyukseskan program preventif ini.
“Masalah ekonomi keluarga dan tingginya angka perceraian harus dimitigasi sejak dini. Kami siap bekerja sama demi terwujudnya keluarga yang lebih tangguh secara finansial,” tegas Yuliansyah.
Secara keseluruhan, Program SHE CAN membidik sasaran sebanyak 1.200 pasangan calon pengantin yang tersebar di enam KUA di Kota Pontianak. Sebagai langkah awal, agenda Training of Facilitator (ToF) telah dilaksanakan pada Selasa-Rabu (17-18/6/2026) guna mencetak para penghulu dan penyuluh agama sebagai fasilitator keuangan yang andal.
Bukan hanya teori seputar uang, para pemateri tersebut juga diberikan pemahaman mendalam terkait isu kesetaraan gender serta inklusi sosial demi membimbing para calon pengantin mewujudkan rumah tangga yang adil dan harmonis.
Melalui sinergi lintas lembaga ini, DBS Foundation, The Asia Foundation, Yayasan Karya Dua Anyam, dan Kemenag Kota Pontianak berharap pondasi ekonomi keluarga baru di Kota Pontianak dapat diperkuat, sehingga perselisihan akibat faktor finansial dapat dikurangi secara berkesinambungan.(*)











