ADAKITANEWS, Kediri – Rasa gugup dan cemas sempat menggelayuti benak Vinky Syawalia Putri saat pertama kali menginjakkan kaki di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri. Siswi kelas X asal Kelurahan Tosaren ini mengaku sempat dirundung kekhawatiran tidak akan mendapatkan teman baru di lingkungan yang asing baginya. Namun, seluruh ketakutan tersebut seketika sirna dan berubah menjadi rasa nyaman setelah dirinya melewati rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Awalnya takut tidak punya teman. Tapi setelah mengikuti kegiatan, ternyata teman-temannya ramah dan baik seperti keluarga. Jadi saya senang sekali bisa sekolah di Sekolah Rakyat,” ungkap Vinky dengan rona bahagia.
Kesan positif tersebut sejatinya mulai dirasakan Vinky sejak fase Pra-MPLS yang diisi dengan beragam kebersamaan, seperti momen makan siang bersama, tur pengenalan sekolah (school tour), tur area asrama, hingga ibadah salat berjamaah. Memasuki hari pertama MPLS pada Selasa (14/7/2026), ritme aktivitas para siswa dimulai sejak dini hari yang diawali salat Subuh berjamaah, senam pagi untuk menjaga kebugaran, sarapan bersama, serta pemeriksaan kondisi kesehatan.
Vinky mengaku kian hari semakin betah menjalani kehidupan baru di dalam asrama. Hal itu tidak terlepas dari peran aktif serta pendampingan melekat dari para guru dan pengasuh asrama yang dengan telaten membantu para siswa beradaptasi.
“Guru-gurunya sangat baik dan selalu membantu kami, terutama selama MPLS,” tambahnya.
Di balik antusiasmenya mengikuti setiap jengkal kegiatan, remaja putri ini rupanya menyimpan mimpi besar terpendam. Vinky memiliki cita-cita kuat untuk menjadi seorang penulis novel profesional di masa depan. Ia menaruh harapan besar agar kesempatan emas mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat ini dapat menjadi jembatan baginya untuk merajut impian tersebut.
“Saya ingin memiliki tujuan hidup yang baik dan suatu saat bisa mengangkat derajat orang tua,” kata Vinky secara optimistis.
Di lokasi terpisah, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri, Nur Zam’ah, memaparkan bahwa agenda MPLS dijadwalkan berlangsung cukup panjang, yakni mulai 14 hingga 31 Juli 2026. Orientasi ini sengaja dirancang komprehensif untuk memperkenalkan ekosistem sekolah serta pola kehidupan berasrama kepada seluruh peserta didik baru.
“MPLS bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik, mulai dari kebiasaan, tata tertib, budaya sekolah hingga kehidupan di asrama. Harapannya anak-anak dapat beradaptasi dengan baik sehingga siap mengikuti proses pembelajaran,” tutur Nur Zam’ah.
Nur menjabarkan, dalam pelaksanaan MPLS ini pihaknya turut mendapatkan sokongan teknis dan pendampingan dari tim Sekolah Rakyat Menengah Pertama 15 Mojokerto, baik dalam hal penyediaan tenaga pendidik bantuan maupun penyusunan materi kegiatan.
Pada hari perdana, seluruh siswa difasilitasi pemeriksaan kesehatan gratis lewat kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri melalui Puskesmas Campurejo. Memasuki hari kedua dan ketiga, para peserta diwajibkan menjalani analisis diagnostik akademik secara klasikal. Langkah ini krusial dilakukan untuk memetakan peta kemampuan awal siswa sebagai basis penyusunan strategi pembelajaran yang tepat sasaran.
Selain fokus pada pengenalan fisik sekolah dan asrama, menu materi MPLS juga sarat akan muatan penguatan karakter, pengenalan potensi diri, serta pembentukan fondasi kedisiplinan. Agenda ini turut mengundang narasumber ahli dari berbagai instansi eksternal, mulai dari unsur TNI, Polres Kediri Kota, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Pendidikan.
Nur menambahkan, grafik semangat para peserta didik baru terlihat sangat tinggi sejak hari pertama ditabuh. Bahkan, kelompok siswa pada jenjang sekolah dasar (SD) terbukti mampu mempertontonkan tingkat kedisiplinan yang sangat baik sepanjang mengikuti rangkaian jadwal yang padat.
“Anak-anak sangat semangat. Semoga mereka selalu sehat dan gembira, mampu memahami serta menjalankan aturan sekolah maupun asrama dengan baik. Kami berharap karakter positif mereka mulai terbentuk sejak masa MPLS hingga nanti dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.
Demi memastikan seluruh program strategis ini berjalan tanpa sumbatan, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin, menegaskan bahwa jajarannya terus melakukan pengawalan, pendampingan, serta pemantauan ketat terhadap operasional Sekolah Rakyat, termasuk jalannya MPLS.
“Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan pelaksanaan MPLS berjalan baik. Beberapa kebutuhan siswa, seperti perlengkapan dan seragam, saat ini masih dalam proses distribusi secara bertahap. Pemerintah terus memfasilitasi berbagai kebutuhan agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat berjalan optimal,” kata Imam Muttakin.
Mengakhiri keterangannya, Imam melayangkan imbauan kepada seluruh peserta didik agar menyerap dan mengikuti setiap materi MPLS dengan sungguh-sungguh sebagai modal utama sebelum memasuki gerbang kegiatan belajar mengajar (KBM) reguler.
“Perhatikan setiap arahan dari guru maupun pengasuh, kemudian laksanakan dengan baik agar nanti saat proses belajar mengajar dimulai, anak-anak dapat mengikuti seluruh kegiatan secara optimal. Kami juga berharap seluruh penyelenggara terus memperkuat komunikasi dan koordinasi sehingga pelaksanaan MPLS berjalan semakin baik,” pungkas Imam.(*)











