• Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
adakita.news
Advertisement
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
No Result
View All Result
Home Politik Pemerintahan

Antisipasi Dampak El Nino, Pemkot Kediri Siapkan Langkah Mitigasi Kekeringan dan Kesehatan

Rochmatullah KurniawanbyRochmatullah Kurniawan
7 Juli 2026
Antisipasi Dampak El Nino, Pemkot Kediri Siapkan Langkah Mitigasi Kekeringan dan Kesehatan

Baca Juga

Wali Kota Kediri Bersama Baznas Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Warga Setonopande

Vinanda Prameswati Hadiri Rakerda dan Pelantikan Pimpinan Kecamatan DPD Partai Golkar Kota Kediri

Pemkot Kediri Kembali Raih Predikat Istimewa pada Penilaian Indeks Reformasi Hukum 2026


ADAKITANEWS, Kediri – Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Dhoho mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang diprediksi bakal memengaruhi kondisi musim kemarau 2026 hingga Agustus mendatang.

Perwakilan BMKG Dhoho, Satria Kridha Nugraha, memaparkan bahwa El Nino merupakan fenomena alam yang dipicu oleh adanya penyimpangan suhu pada permukaan air laut. Pada Selasa (7/7/2026), ia menjelaskan bahwa kemarau tahun ini berpotensi berjalan lebih kering akibat adanya perpaduan antara El Nino dan Indian Ocean Dipole positif.

Menurut penjelasannya, penurunan curah hujan paling ekstrem diperkirakan berlangsung pada kurun waktu September hingga November 2026. Situasi ini kerap diistilahkan oleh masyarakat luas sebagai Super El Nino atau El Nino Godzilla karena memiliki daya rusak yang jauh lebih kuat.

Satria menguraikan bahwa fenomena alam ini dapat memicu dampak berantai di berbagai lini. Pada sektor agraris, minimnya pasokan air untuk irigasi berpotensi menurunkan volume hasil panen, memicu maraknya serangan hama, serta memangkas produktivitas tanaman padi akibat lonjakan suhu udara. Oleh sebab itu, para petani diminta untuk mulai menyelaraskan pola tanam mereka.

Pada sektor medis, paparan cuaca panas ekstrem rentan memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut serta risiko heat stroke, khususnya pada periode September hingga November. Sementara dari sudut pandang kebencanaan, kemarau yang jauh lebih kering ini rawan memicu peristiwa kebakaran hutan dan lahan, sekaligus mengancam pasokan air bersih bagi warga.

Ia juga menegaskan bahwa perubahan iklim global bukanlah pemicu utama dari El Nino, mengingat fenomena ini merupakan bagian dari siklus alamiah bumi. Meski demikian, anomali iklim tersebut terbukti mampu memperparah dampak yang ditimbulkan, sehingga memicu suhu lingkungan menjadi jauh lebih menyengat dan gersang.

“Oleh karena itu, masyarakat perlu menghemat penggunaan air dan menjaga kesehatan. Petani juga diharapkan menyesuaikan waktu tanam, memanfaatkan air irigasi secara efisien, serta menerapkan pertanian berkelanjutan. Pemerintah daerah juga perlu memastikan ketersediaan air bersih, memperkuat mitigasi kebakaran hutan dan lahan, serta memanfaatkan informasi dan peringatan dini dari BMKG sebagai dasar pengambilan kebijakan,” urai Satria.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menyatakan bahwa instansinya telah merumuskan beragam strategi mitigasi demi membendung dampak kekeringan lewat penguatan sinergi lintas sektoral.

BPBD aktif berkomunikasi dengan BMKG Dhoho untuk memantau pergeseran cuaca sebagai acuan dalam menentukan status kesiapsiagaan daerah. Di samping itu, sinergi juga dibangun bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian guna mengantisipasi ancaman gagal panen melalui program edukasi kepada kelompok tani.

Pihak BPBD turut menggandeng PDAM untuk menyiagakan truk tangki pemasok air bersih guna mendistribusikan bantuan ke wilayah-wilayah yang mulai mengalami kelangkaan. Di bidang medis, koordinasi intensif dijalankan bersama Dinas Kesehatan untuk menjamin kesiapan seluruh pusat layanan kesehatan serta pemenuhan stok obat-obatan guna menangani penyakit khas kemarau seperti dehidrasi, ISPA, dan sengatan panas.

Joko meminta warga agar lebih bijak dalam memfungsikan air bersih dan mendahulukannya untuk keperluan domestik yang bersifat mendasar. Masyarakat juga dilarang keras melakukan pembakaran sampah secara sembarangan ataupun membuang puntung rokok di area vegetasi kering demi mengeliminasi risiko kebakaran.

Warga juga diimbau untuk selalu menjaga kondisi fisik dengan rutin meminum air putih, membatasi kegiatan di bawah paparan sinar matahari langsung, serta mengenakan alat pelindung diri saat terpaksa beraktivitas di luar rumah.

“Yang tidak kalah penting adalah tanggap melapor. Apabila masyarakat mengalami krisis air bersih maupun menemukan kejadian kebakaran di wilayahnya, segera laporkan melalui layanan Mbak Wali 112 agar dapat segera ditindaklanjuti,” tutup Joko.(*)

Tags: BMKG DhohoBPBD Kota KediriDampak El Ninokrisis air bersihLayanan Mbak Wali 112Mitigasi KekeringanMusim Kemarau 2026Pemkot Kediri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending Minggu Ini

Dukung Ekonomi Kerakyatan, Anggota DPRD Jatim Cak Hadi Bagi-Bagi 200 Kg Telur untuk Warga

Dukung Ekonomi Kerakyatan, Anggota DPRD Jatim Cak Hadi Bagi-Bagi 200 Kg Telur untuk Warga

21 Agustus 2026

Sarmuji Dorong Integrasi Basis Data Nasional Melalui Sensus Ekonomi 2026

22 Agustus 2026
Ribuan Santri Ponpes Wali Barokah Kediri Gelar Upacara Peringatan HUT Ke-81 RI

Ribuan Santri Ponpes Wali Barokah Kediri Gelar Upacara Peringatan HUT Ke-81 RI

18 Agustus 2026
KAI Daop 7 Madiun Gelar Bakti Sosial Rail Clinic di Stasiun Geneng dan Salurkan Bantuan

KAI Daop 7 Madiun Gelar Bakti Sosial Rail Clinic di Stasiun Geneng dan Salurkan Bantuan

19 Agustus 2026
FKIJK Kediri-Madiun Gelar Financial Journalist Class Sesi 1, Perkuat Sinergi Perbankan dan Insan Pers

FKIJK Kediri-Madiun Gelar Financial Journalist Class Sesi 1, Perkuat Sinergi Perbankan dan Insan Pers

28 Juli 2026

Untuk Anda

Semarakkan HUT Ke-81 RI, Kodim 0809/Kediri Gelar Lomba Kemerdekaan Bersama Keluarga Besar TNI
Tentara Kita

Semarakkan HUT Ke-81 RI, Kodim 0809/Kediri Gelar Lomba Kemerdekaan Bersama Keluarga Besar TNI

9 Agustus 2026
Ibu-Ibu Desa Gadungan Disulap Jadi Pengusaha Kue Lewat Program TMMD ke-127 Kediri
Kuliner

Ibu-Ibu Desa Gadungan Disulap Jadi Pengusaha Kue Lewat Program TMMD ke-127 Kediri

12 Februari 2026
adakita.news

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026