ADAKITANEWS, Jombang – Pemerhati sejarah sekaligus anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang, Arif Yulianto, kembali menegaskan bahwa Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno atau Bung Karno, lahir di Ploso pada 6 Juni 1902.
Penegasan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan hari kelahiran Bung Karno, Sabtu (6/6/2026). Menurut pria yang akrab disapa Cak Arif itu, salah satu bukti sejarah terkuat mengenai tanggal kelahiran Bung Karno berasal dari dokumen tulisan tangan ayah kandungnya, Raden Soekeni Sosrodihardjo.
“Ayah Bung Karno menyatakan sendiri bahwa Bung Karno lahir 1902, bukan 1901,” ujar Cak Arif.
Menurutnya, dokumen tersebut memiliki nilai historis yang sangat kuat karena ditulis langsung oleh orang tua yang mengetahui secara pasti peristiwa kelahiran anaknya.
“Itu dokumen tertulis, sebagai sumber sejarah yang kuat. Apalagi dari pernyataan orang tua Bung Karno sendiri. Pihak yang paling mengetahui kelahiran anak di dunia adalah orang tua,” tegasnya.
Cak Arif menjelaskan, data tanggal, bulan, dan tahun kelahiran yang tercantum dalam dokumen tersebut juga sejalan dengan arsip resmi saat Bung Karno mendaftar kuliah di Technische Hoogeschool (THS), yang kini dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB). Dalam dokumen pendaftaran tersebut, Bung Karno tercatat lahir pada 6 Juni 1902.
“Itu data yang dikeluarkan oleh lembaga resmi yakni THS/ITB,” katanya.
Terkait lokasi kelahiran Bung Karno di Ploso, Cak Arif menerangkan bahwa ayah Bung Karno mendapat penugasan sebagai guru Sekolah Ongko Loro di Ploso sejak 28 Desember 1901. Saat itu, wilayah tersebut masih berada dalam administrasi Karesidenan Surabaya.
Selama menjalankan tugas, keluarga Raden Soekeni menetap di Ploso sekitar enam tahun sebelum akhirnya pindah ke Sidoarjo pada 1907.
“Setelah itu, ayah Bung Karno pindah lagi ke Sidoarjo pada tahun 1907. Data-data SK penugasan Raden Soekeni ini telah diulas dalam buku Ida Ayu Nyoman Rai Ibu Bangsa karya Profesor Nurinwa dan kawan-kawan yang terbit tahun 2012,” jelasnya.
Selain dokumen keluarga dan arsip pendidikan, Cak Arif menyebut masih banyak sumber lain yang memperkuat keyakinan bahwa Bung Karno lahir di Ploso pada tahun 1902. Sumber-sumber tersebut antara lain cerita tutur keluarga ayah angkat Bung Karno dari Situs Persada Soekarno Kediri, memori kolektif masyarakat Ploso, hingga berbagai artefak sejarah yang masih dapat ditelusuri hingga saat ini.
“Ndalem Pojok Kediri bercerita tentang Kek Suro saksi kelahiran Bung Karno. Mbok Suwi yang momong bayi Soekarno, Bung Karno kecil ngajinya di Langgar Panggung Kedungturi dan lain sebagainya, ini sudah ketemu artefaknya,” ungkapnya.
Menurut Cak Arif, hingga kini masih banyak warga Ploso yang menyimpan cerita turun-temurun mengenai rumah kelahiran Bung Karno, masa kecilnya, hingga sosok-sosok yang pernah dekat dengan keluarga Presiden pertama RI tersebut.
“Banyak warga Ploso yang bisa bercerita tentang rumah kelahiran, sekolah, tentang Mbok Suwi dan lain sebagainya,” pungkasnya.(*)











