ADAKITANEWS, Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun kembali menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Program Bina Lingkungan. Penyerahan dana bantuan ini menjadi wujud kepedulian perusahaan terhadap pengembangan fasilitas pendidikan dan tempat ibadah masyarakat di wilayah operasionalnya.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Deputy Daop 7 Madiun Alam Prasetyo yang didampingi oleh Tim TJSL Daop 7 Madiun, Manager Sintel, serta Manager Jalan Rel dan Jembatan.
Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari menerangkan bahwa penyaluran dana sosial tersebut difokuskan untuk membenahi sarana ibadah dan mendukung fasilitas pendidikan.
“Program TJSL ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KAI Daop 7 Madiun dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kami berkomitmen tidak hanya berfokus pada operasional dan pelayanan bisnis kereta api, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Tohari.
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Pondok Pesantren Kanzul Ulum yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Kota Madiun Dr. KH. Miftahul Huda, M.Pd.I., menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang disalurkan KAI Daop 7 Madiun. Bantuan tersebut dinilai amat bermanfaat bagi kenyamanan para santri serta perkembangan pesantren.
Dalam skema TJSL periode ini, PT KAI Daop 7 Madiun menyalurkan dana sebesar Rp30.225.000 untuk pengadaan sarana dan prasarana ibadah di Pondok Pesantren Kanzul Ulum.
Di samping itu, lewat program KAI EDUFRIEND, pihak Daop 7 Madiun turut mengucurkan bantuan dana senilai Rp20.920.000 untuk menunjang proses pembangunan Gedung Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun.
Lewat realisasi program ini, PT KAI Daop 7 Madiun berharap dapat terus berkontribusi dalam menghadirkan tempat ibadah yang representatif sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi di Madiun dan sekitarnya.(*)











