ADAKITANEWS, Surabaya – Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2027 di Shangri-La Hotel Surabaya, Selasa (14/4/2026). Kehadiran ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam menyelaraskan program daerah dengan kebijakan strategis di tingkat provinsi.
Penyusunan RKPD 2027 merupakan dokumen krusial karena menjadi acuan pembangunan tahunan yang menjabarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2025–2029. Forum ini menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk memastikan potensi lokal Kediri mendapatkan dukungan program yang optimal dari pemerintah pusat maupun provinsi.
Dewi Mariya Ulfa menekankan bahwa koordinasi yang kuat antarlevel pemerintahan adalah prasyarat utama untuk mewujudkan pembangunan yang merata. Ia menilai tahun 2027 sebagai periode krusial dalam mengakselerasi program-program strategis yang telah dicanangkan dalam RPJMD.
“Tahun 2027 menjadi momentum strategis sebagai tahun kedua pelaksanaan RPJMD 2025–2029. Sinergi antarlevel pemerintahan menjadi kunci agar pembangunan berjalan optimal dan tepat sasaran,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri PPN/Bappenas RI Rachmat Pambudy, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti, serta Wakil Menteri Dalam Negeri RI Ribka Haluk. Kehadiran para menteri ini menjadi sinyal penting bagi penguatan sinkronisasi program nasional di daerah.
Melalui Musrenbang ini, diharapkan tercipta keterpaduan langkah antara Pemerintah Pusat, Provinsi Jawa Timur, dan Kabupaten Kediri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Fokus utama tetap tertuju pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan yang berkelanjutan dan terukur.
Partisipasi aktif dalam forum ini diharapkan mampu membawa dampak nyata bagi percepatan infrastruktur dan layanan publik di Kabupaten Kediri. Keselarasan program kerja ini diyakini akan memperkuat daya saing daerah di kancah regional maupun nasional.(*)











