ADAKITANEWS, Madiun – Bertahan lebih dari lima dekade di tengah penghentian fasilitas subsidi dan dinamika ekonomi nasional menjadi bukti ketangguhan Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Jaya di Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun. Didirikan sejak 29 Agustus 1975, koperasi ini berhasil menjaga kemandirian operasional melalui strategi diversifikasi unit usaha.
Ketua KUD Tani Jaya, Suparno, menyampaikan bahwa saat ini koperasi yang dipimpinnya menaungi 2.716 anggota aktif dan menyerap 32 tenaga kerja lokal. Portofolio usahanya mencakup unit simpan pinjam musiman dan bulanan, penyediaan pupuk, penggilingan padi, hingga lini perdagangan dan jasa keuangan.
“Kami mengelola empat gerai toko untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat. Koperasi juga melayani pembayaran listrik, pajak kendaraan bermotor, hingga jasa transfer uang,” terang Suparno, Kamis (5/11/2026).
Manajer KUD Tani Jaya, Sarwana, menceritakan perjalanan tranformasi koperasi yang sempat terguncang saat fasilitas penyaluran pupuk subsidi dicabut pada periode 1998–1999. Pengalaman itu memicu pengurus untuk tidak menggantungkan nasib pada program pemerintah dan mulai membangun lini retail mandiri yang diawali hanya dari dua rak barang.
Langkah adaptif tersebut membuah hasil manis. Salah satu unit layanan keagenan transaksi digital bahkan mampu mencatatkan lonjakan omzet melampaui Rp1 miliar hanya dalam kurun waktu lima bulan terakhir.
Menanggapi geliat hadirnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Sarwana optimistis untuk membangun jejaring kolaborasi dibanding rivalitas bisnis, terutama dalam skema rantai pasok distribusi produk non-subsidi.
“Kehadiran KDMP adalah peluang sinergi dalam distribusi barang. KUD Tani Jaya siap memperkuat peran sebagai distributor produk dengan mengandalkan kapasitas jaringan toko yang kami miliki,” ungkap Sarwana.
Kiprah panjang KUD Tani Jaya turut mendapat apresiasi dari Bank Indonesia. Perwakilan Bank Indonesia, Andrianto Raharjo, menilai penguatan koperasi pedesaan yang menguasai mata rantai pengadaan hingga pemasaran bahan pokok memiliki peran vital dalam mendukung stabilitas keterjangkauan harga dan pengendalian inflasi daerah.











