adakita.news
Advertisement
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
No Result
View All Result
Home Politik Pemerintahan

Pemerintah Evaluasi Penentuan Desil DTSEN Usai Sensus Ekonomi 2026

Rochmatullah KurniawanbyRochmatullah Kurniawan
22 Agustus 2026
Pemerintah Evaluasi Penentuan Desil DTSEN Usai Sensus Ekonomi 2026

04 Lainnya - Logo SE2026

Baca Juga

Dinsos Kota Kediri Verifikasi Ribuan Data Anomali dan Usulan Pembaruan DTSEN

Bupati Kediri Minta Jajaran Kawal Pembaruan Data Desil DTSEN Agar Bansos Tepat Sasaran

BPS Tegaskan Desil DTSEN Ukuran Kesejahteraan Relatif, Bukan Angka Pendapatan Absolut

ADAKITANEWS, Jakarta – Pemerintah mengonfirmasi akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penentuan kriteria desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini diambil setelah perhelatan pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Sensus Ekonomi 2026 rampung pada 31 Agustus 2026.

Langkah evaluasi ini merespons polemik dan keluhan masyarakat yang mendadak terkategori dalam desil 9 dan 10. Padahal, kondisi riil ekonomi, tingkat pendapatan, serta kepemilikan aset warga terdampak dinilai jauh dari kriteria kelompok berpenghasilan tinggi atau kaya.

Dikutip dari laman kontan.co.id, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana untuk menambah rentang jumlah kelompok desil melebihi skema 10 tingkatan.

Ia menerangkan secara rinci bahwa kalkulasi statistik desil secara baku membagi total populasi masyarakat ke dalam 10 persentil (skala 0-100%).

“Bukan (ditambah desilnya). Desil itu kan selalu sampai 10, sama seperti 0-100%. Gak mungkin 0-120%, desil 12 itu 120% nanti,” tegas Airlangga pada Jumat (21/8/2026).

Airlangga menyebut pemerintah saat ini tengah menunggu konsolidasi data lapangan yang dikumpulkan petugas BPS sebelum mengambil tindakan perbaikan.

“Itu kan di BPS. BPS sedang melakukan sensus ekonomi, kita tunggu saja sensus ekonominya,” imbuhnya.

Gugatan publik terkait akurasi desil DTSEN bermula dari banyaknya kesaksian warga di media sosial. Beberapa warga yang mengontrak rumah dengan gaji pas-pasan, bahkan keluarga bertulang punggung tunggal berpenghasilan Rp3 juta per bulan, justru masuk dalam kategori desil 9 atau 10 yang diperuntukkan bagi warga paling mampu.

Menanggapi polemik tersebut, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai klasifikasi desil sejatinya masih relevan untuk memetakan masyarakat kelas bawah. Namun, menggunakannya untuk menapis masyarakat kaya (desil 9 dan 10) dinilai kurang tepat.

Yusuf memaparkan bahwa indikator kelompok atas seharusnya diukur berdasarkan ambang pengeluaran absolut, bukan sekadar posisi relatif dalam distribusi populasi.

Risiko kekeliruan ini dinilai berbahaya jika dijadikan acuan tunggal pembatasan BBM bersubsidi jenis Pertalite. Berdasarkan analisis CORE, skema tersebut berisiko mencoret 42,9 juta warga kelas menengah dari akses subsidi, padahal sasaran riil kelompok kaya sebetulnya hanya mencakup sekitar 1,19 juta orang.(*)

Tags: Airlangga HartartoBBM SubsidiBPSCORE Indonesiadesil 9 dan 10DTSENSensus Ekonomi 2026Yusuf Rendy Manilet

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending Minggu Ini

Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

2 September 2026
KAI Daop 7 Madiun Catat Lonjakan Angkutan Barang hingga Triwulan III 2026, Tembus 1.100 Persen dari Target

KAI Daop 7 Madiun Catat Lonjakan Angkutan Barang hingga Triwulan III 2026, Tembus 1.100 Persen dari Target

7 Oktober 2026
KAI Daop 7 Madiun Buka Program Wisata Open Trip Rail Tour Madiun Tarip Rp350 Ribu

KAI Daop 7 Madiun Buka Program Wisata Open Trip Rail Tour Madiun Tarip Rp350 Ribu

10 Oktober 2026
Turnamen Bola Voli Desa Brenggolo Jadi Ajang Penjaringan Atlet Lokal

Turnamen Bola Voli Desa Brenggolo Jadi Ajang Penjaringan Atlet Lokal

4 Oktober 2026
Menperin Targetkan Kontribusi Industri Manufaktur Tembus 21–25 Persen terhadap PDB

Menperin Targetkan Kontribusi Industri Manufaktur Tembus 21–25 Persen terhadap PDB

8 Oktober 2026

Untuk Anda

Indosat ANDAL Hadir di Setiap Langkah: Kisah UMKM dan Teknisi Jaga Konektivitas Nataru
Ekonomi

Indosat ANDAL Hadir di Setiap Langkah: Kisah UMKM dan Teknisi Jaga Konektivitas Nataru

24 Desember 2025
Tingkatkan Keselamatan Perjalanan, KAI Daop 7 Madiun Gelar Diklat Refreshing Perawatan Jalur Rel
Nasional

Tingkatkan Keselamatan Perjalanan, KAI Daop 7 Madiun Gelar Diklat Refreshing Perawatan Jalur Rel

10 April 2026
adakita.news

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer/Klausula
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026