• Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
adakita.news
Advertisement
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
No Result
View All Result
Home Politik Pemerintahan

Pemerintah Evaluasi Penentuan Desil DTSEN Usai Sensus Ekonomi 2026

Rochmatullah KurniawanbyRochmatullah Kurniawan
22 Agustus 2026
Pemerintah Evaluasi Penentuan Desil DTSEN Usai Sensus Ekonomi 2026

04 Lainnya - Logo SE2026

Baca Juga

BPS Tegaskan Desil DTSEN Ukuran Kesejahteraan Relatif, Bukan Angka Pendapatan Absolut

Sarmuji Dorong Integrasi Basis Data Nasional Melalui Sensus Ekonomi 2026

Melampaui Target RPJMN 2029, Indeks Literasi Keuangan Indonesia 2026 Tembus 69,57 Persen

ADAKITANEWS, Jakarta – Pemerintah mengonfirmasi akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penentuan kriteria desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini diambil setelah perhelatan pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Sensus Ekonomi 2026 rampung pada 31 Agustus 2026.

Langkah evaluasi ini merespons polemik dan keluhan masyarakat yang mendadak terkategori dalam desil 9 dan 10. Padahal, kondisi riil ekonomi, tingkat pendapatan, serta kepemilikan aset warga terdampak dinilai jauh dari kriteria kelompok berpenghasilan tinggi atau kaya.

Dikutip dari laman kontan.co.id, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana untuk menambah rentang jumlah kelompok desil melebihi skema 10 tingkatan.

Ia menerangkan secara rinci bahwa kalkulasi statistik desil secara baku membagi total populasi masyarakat ke dalam 10 persentil (skala 0-100%).

“Bukan (ditambah desilnya). Desil itu kan selalu sampai 10, sama seperti 0-100%. Gak mungkin 0-120%, desil 12 itu 120% nanti,” tegas Airlangga pada Jumat (21/8/2026).

Airlangga menyebut pemerintah saat ini tengah menunggu konsolidasi data lapangan yang dikumpulkan petugas BPS sebelum mengambil tindakan perbaikan.

“Itu kan di BPS. BPS sedang melakukan sensus ekonomi, kita tunggu saja sensus ekonominya,” imbuhnya.

Gugatan publik terkait akurasi desil DTSEN bermula dari banyaknya kesaksian warga di media sosial. Beberapa warga yang mengontrak rumah dengan gaji pas-pasan, bahkan keluarga bertulang punggung tunggal berpenghasilan Rp3 juta per bulan, justru masuk dalam kategori desil 9 atau 10 yang diperuntukkan bagi warga paling mampu.

Menanggapi polemik tersebut, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai klasifikasi desil sejatinya masih relevan untuk memetakan masyarakat kelas bawah. Namun, menggunakannya untuk menapis masyarakat kaya (desil 9 dan 10) dinilai kurang tepat.

Yusuf memaparkan bahwa indikator kelompok atas seharusnya diukur berdasarkan ambang pengeluaran absolut, bukan sekadar posisi relatif dalam distribusi populasi.

Risiko kekeliruan ini dinilai berbahaya jika dijadikan acuan tunggal pembatasan BBM bersubsidi jenis Pertalite. Berdasarkan analisis CORE, skema tersebut berisiko mencoret 42,9 juta warga kelas menengah dari akses subsidi, padahal sasaran riil kelompok kaya sebetulnya hanya mencakup sekitar 1,19 juta orang.(*)

Tags: Airlangga HartartoBBM SubsidiBPSCORE Indonesiadesil 9 dan 10DTSENSensus Ekonomi 2026Yusuf Rendy Manilet

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending Minggu Ini

Dukung Ekonomi Kerakyatan, Anggota DPRD Jatim Cak Hadi Bagi-Bagi 200 Kg Telur untuk Warga

Dukung Ekonomi Kerakyatan, Anggota DPRD Jatim Cak Hadi Bagi-Bagi 200 Kg Telur untuk Warga

21 Agustus 2026
Pelatihan Ekraf Disbudpar Jatim di Kediri, Cak Hadi Borong 200 Kg Telur Peternak

Pelatihan Ekraf Disbudpar Jatim di Kediri, Cak Hadi Borong 200 Kg Telur Peternak

15 Agustus 2026
Ribuan Santri Ponpes Wali Barokah Kediri Gelar Upacara Peringatan HUT Ke-81 RI

Ribuan Santri Ponpes Wali Barokah Kediri Gelar Upacara Peringatan HUT Ke-81 RI

18 Agustus 2026
KAI Daop 7 Madiun Gelar Bakti Sosial Rail Clinic di Stasiun Geneng dan Salurkan Bantuan

KAI Daop 7 Madiun Gelar Bakti Sosial Rail Clinic di Stasiun Geneng dan Salurkan Bantuan

19 Agustus 2026

Sarmuji Dorong Integrasi Basis Data Nasional Melalui Sensus Ekonomi 2026

22 Agustus 2026

Untuk Anda

Bupati Hanindhito Resmikan Tiga Tempat Ibadah di SMPN 3 Grogol untuk Perkuat Toleransi
Pendidikan

Bupati Hanindhito Resmikan Tiga Tempat Ibadah di SMPN 3 Grogol untuk Perkuat Toleransi

19 Agustus 2026
Kuota SMA Sekolah Rakyat Kemensos di Kota Kediri Ditambah Lewat Pengalihan Rombel SD
Pendidikan

Kuota SMA Sekolah Rakyat Kemensos di Kota Kediri Ditambah Lewat Pengalihan Rombel SD

10 Juli 2026
adakita.news

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026