• Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
adakita.news
Advertisement
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Travel

KAI Daop 7 Madiun Larang Pembakaran Jerami di Dekat Rel, Bisa Picu Hentian Luar Biasa Kereta Api

Rochmatullah KurniawanbyRochmatullah Kurniawan
14 Juli 2026
KAI Daop 7 Madiun Larang Pembakaran Jerami di Dekat Rel, Bisa Picu Hentian Luar Biasa Kereta Api

Baca Juga

KAI Daop 7 Madiun Layani 428 Ribu Penumpang Selama Libur Sekolah 2026, Stasiun Kediri Masuk Dua Besar Tertinggi

Akhir Libur Sekolah, Tiga Anak Terpilih Rasakan Pengalaman Jadi Petugas Stasiun di KAI Rail Academy 2026

Truk Boks Tabrak Portal Underpass di Nganjuk, KAI Daop 7 Madiun Ingatkan Batas Tinggi Kendaraan

ADAKITANEWS, Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengawasan operasional sepanjang musim kemarau yang disertai tiupan angin kencang guna menjamin keselamatan perjalanan kereta api. Masyarakat luas, khususnya kelompok petani, diimbau keras untuk tidak membakar jerami sisa panen, rumput ilalang, maupun tumpukan sampah di sekitar jalur rel karena berisiko memicu kebakaran yang dapat melumpuhkan operasional kereta api.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, memaparkan bahwa sebagian besar bentangan jalur besi di wilayah kerja Daop 7 melintasi area persawahan terbuka. Memasuki musim kemarau, kondisi semak belukar, ilalang, serta sisa-sisa jerami yang mengering membuat material tersebut sangat mudah tersulut api dan menyebar cepat saat terhempas angin kencang.

Menurut analisisnya, aktivitas pembakaran di sekitar ruang milik jalan kereta api sangat krusial dan berbahaya lantaran lidah api dapat merambat cepat masuk ke dalam ruang manfaat jalur utama kereta api.

Potensi bahaya nyata ini sempat terdeteksi lewat laporan resmi Petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Walikukun yang menerima informasi dari Pusat Pengendali Perjalanan Kereta Api Daop 6 Yogyakarta. Berdasarkan laporan tersebut, telah terjadi aksi pembakaran jerami di Km 216+500 pada petak rute antara Stasiun Walikukun dan Stasiun Kedungbanteng, di mana kobaran api terus mendekati rel akibat dorongan angin.

Tohari menjelaskan, apabila masinis yang sedang berdinas mendapati adanya titik kebakaran atau gumpalan asap tebal di sekitar jalur rel, mereka diwajibkan mengambil tindakan preventif dengan memangkas laju kecepatan kereta. Bahkan, masinis berhak melakukan langkah Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk menghentikan total perjalanan apabila situasi di lapangan dinilai mengancam keselamatan.

“Keselamatan adalah urat nadi dari seluruh operasional KAI. Sesuai dengan prosedur, masinis yang melihat potensi bahaya kebakaran akan segera melaporkan gangguan tersebut kepada Pusat Pengendali Perjalanan KA (Pusdal). Laporan ini kemudian diteruskan secara real time kepada unit pengamanan, fasilitas jalan rel, serta kereta api lain yang akan melintasi petak jalan tersebut guna mengantisipasi risiko lebih lanjut,” ujar Tohari, Selasa (14/7/2026).

Ia mengimbuhkan bahwa dampak negatif pembakaran jerami maupun sampah tidak hanya berupa ancaman jilatan api secara fisik, melainkan juga paparan asap pekat yang seketika dapat memangkas jarak pandang (*visibility*) masinis. Kondisi defisit visual ini sangat rawan memicu kecelakaan fatal, terlebih jika api sampai menyambar bagian lokomotif atau gerbong penumpang. Riskonya akan berlipat ganda apabila petak jalan tersebut tengah dilintasi oleh rangkaian kereta api barang yang membawa muatan logistik atau material yang mudah meledak.

Sebagai langkah mitigasi risiko, manajemen KAI Daop 7 Madiun gencar mengintensifkan jadwal patroli menyisir titik-titik rawan, memberikan edukasi langsung ke kelompok tani di sekitar rel, serta menyiagakan unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di pos-pos penjagaan jalur.

Di samping langkah persuasif, pihak KAI menegaskan tidak akan segan menempuh jalur hukum formal terhadap oknum masyarakat yang terbukti sengaja melakukan aktivitas berbahaya yang mengancam keselamatan perjalanan kereta api. Aturan tegas ini mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

“Kami memohon kerja sama, kesadaran, dan kepedulian seluruh masyarakat, khususnya para petani. Jangan membakar jerami sisa panen karena angin kencang pada musim kemarau dapat membuat api merambat ke jalur kereta api dalam hitungan detik. Mari bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api karena keselamatan merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Tohari memungkasi imbauannya.(*)

Continue Reading
Tags: Bahaya Bakar JeramiBerhenti Luar BiasaKAI Daop 7 MadiunKeselamatan Kereta ApiMusim Kemarau KAStasiun WalikukunTohari Humas KAIUU Perkeretaapian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending Minggu Ini

Ribuan Warga Dawung Gelar Genduri Akbar Bersih Desa, Cak Hadi Ajak Rawat Tradisi dan Kerukunan

Ribuan Warga Dawung Gelar Genduri Akbar Bersih Desa, Cak Hadi Ajak Rawat Tradisi dan Kerukunan

12 Juli 2026
Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Resmi Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Resmi Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

8 Juli 2026
OJK Catat Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Nasional Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global

OJK Catat Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Nasional Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global

7 Juli 2026
KAI Daop 7 Madiun Layani 428 Ribu Penumpang Selama Libur Sekolah 2026, Stasiun Kediri Masuk Dua Besar Tertinggi

KAI Daop 7 Madiun Layani 428 Ribu Penumpang Selama Libur Sekolah 2026, Stasiun Kediri Masuk Dua Besar Tertinggi

12 Juli 2026
Kemenag Kota Pontianak dan Yayasan Karya Dua Anyam Integrasikan Literasi Keuangan di Bimwin Calon Pengantin

Kemenag Kota Pontianak dan Yayasan Karya Dua Anyam Integrasikan Literasi Keuangan di Bimwin Calon Pengantin

6 Juli 2026

Untuk Anda

Mas Dhito Pastikan Kesiapan Operasi Ketupat Semeru 2026 dan Stabilitas Pangan di Kabupaten Kediri
Hukum & Kriminal

Mas Dhito Pastikan Kesiapan Operasi Ketupat Semeru 2026 dan Stabilitas Pangan di Kabupaten Kediri

12 Maret 2026
Jalur Kereta Bagor–Saradan Sempat Lumpuh Total Akibat KA Logawa Tertabrak Truk di Nganjuk
Peristiwa

Jalur Kereta Bagor–Saradan Sempat Lumpuh Total Akibat KA Logawa Tertabrak Truk di Nganjuk

9 Juli 2026
adakita.news

PT. Adakita Aksara Media - ©2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial

PT. Adakita Aksara Media - ©2026