ADAKITANEWS, Kediri – Kehadiran prajurit yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0809/Kediri di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, tidak hanya berfokus pada penyelesaian target pembangunan infrastruktur. Di sela-sela rutinitas pengerjaan sasaran fisik, para prajurit secara aktif menjalin kedekatan emosional dengan masyarakat setempat, termasuk dengan anak-anak sekolah dasar yang tampak antusias dengan kehadiran mereka.
Suasana keakraban tersebut terlihat jelas di halaman SDN Gadungan 4 pada Jumat (6/3/2026). Sejumlah siswa yang mengenakan seragam pramuka tampak berkerumun menghampiri para prajurit TNI yang sedang melakukan pengecatan bangunan sekolah. Pengecatan ini merupakan bagian dari program perbaikan fasilitas pendidikan dalam rangkaian TMMD ke-127 yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan proses belajar mengajar di wilayah pelosok desa tersebut.
Kepala SDN Gadungan 4, Sigit Satria Wibawa, mengungkapkan bahwa kehadiran personel Satgas TMMD memberikan nuansa baru yang menyegarkan bagi para siswa. Menurutnya, selain memberikan manfaat nyata berupa perbaikan fisik gedung sekolah, interaksi langsung antara prajurit dan siswa menjadi pengalaman inspiratif bagi anak-anak. Sigit menyebut para siswa merasa bangga dapat berbincang dan melihat secara dekat etos kerja bapak-bapak TNI, yang secara tidak langsung dapat menanamkan kedisiplinan serta jiwa nasionalisme sejak dini.
Salah satu personel yang terlibat dalam interaksi tersebut adalah Praka Zull Sangaji dari Batalyon Infanteri 512. Di tengah aktivitasnya, ia tampak menyambut rasa penasaran anak-anak dengan ramah dan penuh keterbukaan. Zull menegaskan bahwa membangun kedekatan dengan warga dari berbagai kalangan usia, termasuk anak-anak, merupakan esensi dari semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat yang harus selalu dijaga dalam setiap pelaksanaan program TMMD di lapangan.
Zull menambahkan bahwa interaksi sederhana seperti menyapa dan bercengkerama dengan siswa sekolah merupakan bentuk komunikasi sosial yang sangat efektif. Melalui pendekatan humanis ini, kehadiran TNI di desa tidak hanya dipandang sebagai tenaga pembangunan, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat. Program TMMD yang memadukan unsur TNI, pemerintah daerah, dan partisipasi warga ini terbukti mampu menciptakan hubungan sosial yang lebih erat sembari mengakselerasi pembangunan di wilayah perdesaan.
Dengan terciptanya suasana kebersamaan yang harmonis ini, pelaksanaan TMMD ke-127 di Desa Gadungan diharapkan meninggalkan kesan mendalam bagi warga. Tidak hanya mewariskan infrastruktur pendidikan yang lebih layak, tetapi juga memperkukuh silaturahmi antara prajurit dan masyarakat yang menjadi fondasi kekuatan pertahanan wilayah.(*)






