ADAKITANEWS, Kediri – Kementerian Kesehatan bersama anggota DPR RI M. Sarmuji menggelar sosialisasi pencegahan Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi di Balai Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat sekaligus menangkal maraknya hoaks terkait imunisasi.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan kesehatan nasional dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Dalam kesempatan itu, M. Sarmuji menegaskan bahwa imunisasi merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.
“Indonesia Emas tidak akan tercapai jika masyarakatnya sakit-sakitan atau cacat bawaan yang sebenarnya bisa dicegah. Ini adalah bagian dari ikhtiar manusia,” ujar Sarmuji.
Ia menjelaskan bahwa imunisasi lengkap mampu melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya seperti campak, polio, difteri, pertusis, tetanus, hingga hepatitis B. Menurutnya, anak yang sehat secara lahir dan batin menjadi fondasi utama kemajuan bangsa.
Selain itu, legislator Komisi VI DPR RI tersebut juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar di media sosial. Ia menegaskan bahwa vaksin yang digunakan telah melalui proses uji klinis ketat sehingga aman untuk masyarakat.
“Jangan mudah terpapar hoaks. Bahan imunisasi sudah melalui uji klinis panjang dan melibatkan banyak pihak, sehingga keamanannya terjamin sebelum disebarluaskan,” tegasnya.
Tim Kerja Surveilans Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi Kemenkes RI, dr Dyan Sawitri, mengungkapkan bahwa capaian imunisasi secara nasional sempat mengalami penurunan akibat maraknya misinformasi. Kondisi tersebut bahkan memicu kembali munculnya kasus penyakit lama, seperti campak, di sejumlah daerah.
“Capaian imunisasi nasional sempat menurun akibat misinformasi, namun Jawa Timur dan Kediri secara umum masih memiliki angka yang baik,” jelas Dyan.
Ia menegaskan bahwa sosialisasi pencegahan penyakit ini sangat penting untuk mengedukasi masyarakat sekaligus mengantisipasi penyebaran informasi yang tidak benar. Melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Kemenkes terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi.
Dyan menambahkan, imunisasi merupakan langkah preventif yang jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan pengobatan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati, sehingga perlindungan terhadap penyakit dapat kembali maksimal,” pungkasnya.(*)











