ADAKITANEWS, Kediri – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Kediri resmi menetapkan jajaran Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) hasil Musyawarah Kecamatan (Muscam) yang digelar secara bertahap di Daerah Pemilihan (Dapil) 3, 4, dan 5. Penetapan ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan Muscam yang berlangsung sukses sejak 24 hingga 26 April 2026 sebagai langkah strategis konsolidasi organisasi dan regenerasi kepemimpinan di tingkat kecamatan.
Prosesi penetapan ditandai dengan penyerahan bendera pataka secara simbolis oleh Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, Dian Rifki Rahmadana, kepada para ketua PK terpilih.
“Saya serahkan pataka dan panji-panji Partai Golkar untuk disebarkan dan dikibarkan di seluruh wilayah kecamatan,” ujar Rifki saat memberikan amanat.
Adapun hasil Muscam menetapkan sejumlah nama sebagai Ketua PK di masing-masing kecamatan, yakni Budiono untuk Kecamatan Puncu, Herianto di Kepung, Taufan Yahya di Kandangan, Dicky Nugroho di Ngancar, Dwi Naryo di Wates, dan Dodik Setiawan di Plosoklaten.
Selanjutnya, Tohari dipercaya memimpin PK Ringinrejo, Yerrika Ilham di Kecamatan Kras, Agung Wahyu Pradhana di Kandat, serta Mudianto di Ngadiluwih.
Ketua PK Ngancar, Dicky Nugroho mengatakan, ke depan, ia berkomitmen untuk memperkuat konsolidasi internal, merangkul seluruh elemen kader tanpa terkecuali, serta memastikan mesin partai berjalan solid hingga ke tingkat desa. Mewakili seluruh Ketua PK terpilih lainnya, Dicky juga mengaku akan fokus menghadirkan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami siap menjalankan arahan DPD dan berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk membesarkan Partai Golkar di Ngancar. Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, kami optimistis Golkar akan semakin dekat dengan masyarakat dan mampu meraih kemenangan di setiap momentum politik ke depan,” ujar Dicky Nugroho.
Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, M. Hadi Setiawan, menegaskan bahwa Muscam adalah momentum krusial untuk melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang energik dan inovatif. Menurutnya, regenerasi ini sangat penting untuk memastikan napas partai tetap segar dalam menghadapi tantangan politik ke depan.
“Kami berharap melalui Muscam ini bisa melahirkan pemimpin-pemimpin baru, khususnya dari kalangan pemuda yang memiliki semangat, energi, dan inovasi untuk membesarkan Partai Golkar di tingkat kecamatan,” ujar pria yang akrab disapa Cak Hadi tersebut.
Cak Hadi juga menjamin seluruh proses pemilihan berjalan secara transparan dan demokratis sesuai dengan petunjuk pelaksanaan partai. Ia menekankan bahwa Muscam bukan sekadar suksesi kepemimpinan, melainkan wadah strategis untuk menyatukan arah gerak organisasi menuju satu tujuan bersama.
“Muscam juga sebagai wadah untuk mengkonsolidasikan kader dan meregenerasikan kader. Ini adalah momen untuk mengkonsolidasikan organisasi agar memiliki satu tujuan, satu kebersamaan, dan satu kemenangan,” tegasnya.
Dengan terbentuknya jajaran ketua PK yang baru, DPD Golkar Kabupaten Kediri menargetkan terciptanya kepengurusan yang lebih progresif dan solid. Diharapkan, jajaran pengurus ini mampu menggerakkan mesin partai hingga ke tingkat desa dan kelurahan, serta semakin mempererat hubungan Partai Golkar dengan masyarakat luas.(*)











