ADAKITANEWS, Surabaya – Aksi pencurian tak biasa yang menyasar sarana kebersihan warga di Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, Surabaya, memicu perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Sebuah gerobak sampah milik warga RT 7 RW 6 yang dibeli dari hasil swadaya Kampung Pancasila raib digondol maling.
Kehilangan tersebut berdampak fatal lantaran gerobak itu merupakan satu-satunya sarana pengangkut sampah lingkungan sekaligus tumpuan mata pencaharian petugas penggeledek sampah setempat.
Merespons laporan warga yang masuk via hotline Lapor Cak Eri, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk bertindak cepat agar pelayanan kebersihan dan roda ekonomi pengangkut sampah tidak berhenti.
“Ada gerobak sampah yang dicuri. Padahal sudah jelas itu digunakan untuk kepentingan masyarakat membuang sampah. Karena pengangkutan sampah tidak boleh berhenti, saya minta tolong agar gerobak itu diganti dari kita (Pemkot Surabaya). Setelah itu, cari pelakunya sampai ketemu,” tegas Wali Kota Eri, Kamis (22/10/2026).
Menindaklanjuti perintah Wali Kota, Kepala DLH Kota Surabaya, M Fikser, mengonfirmasi pihaknya bersama lurah setempat dan Bhabinkamtibmas telah berkoordinasi untuk menyerahkan gerobak pengganti sekaligus membuat laporan resmi ke Polsek terkait.
Fikser membeberkan bahwa aksi pencurian tersebut sempat terekam kamera pengawas (CCTV) milik warga. Dalam rekaman itu, pelat nomor sepeda motor yang digunakan terduga pelaku terlihat cukup jelas.
Guna mempercepat proses perburuan, DLH Surabaya akan mencetak foto tangkapan layar rekaman CCTV dan menyebarkannya ke berbagai Tempat Penampungan Sementara (TPS) serta media sosial.
“Dari gambar CCTV itu ada pelat motor. Nanti kami cetak dan pasang di TPS-TPS dengan tulisan pelaku pencurian. Selain media sosial, kita pasang di TPS supaya para penggeledek juga tahu dan dari mulut ke mulut bisa bantu kepolisian mengungkap pelakunya,” terang Fikser.
Ia menambahkan, pelaporan resmi ini juga bertujuan untuk memutus rantai pencurian gerobak sampah yang selama ini kerap diabaikan dan tidak pernah dilaporkan secara hukum oleh warga.
Dampak kehilangan sarana tersebut sempat memicu kekhawatiran warga. El Yusron, warga RT 7 RW 6 Kelurahan Karah yang melaporkan kejadian ini, mengaku cemas jika sampah rumah tangga terbengkalai dan menumpuk berhari-hari.
Ia pun mengapresiasi respons super cepat dari Pemkot Surabaya yang langsung memberikan solusi konkret di lapangan.
“Saya secara pribadi mewakili warga RT 7 mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Wali Kota melalui Kepala DLH Pak Fikser bersama tim atas apresiasi dan bantuan yang diberikan,” ungkap Yusron.











