ADAKITANEWS, Kediri – Jajaran Kepolisian Sektor Pare bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Badas serta para kepala desa se-Kecamatan Badas menggelar diskusi santai bertajuk Pojok Kopi Polsek Pare guna membahas dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Selasa (29/9/2026).
Pertemuan yang dikemas dalam suasana penuh keakraban tersebut tidak sekadar diisi dengan aktivitas menikmati secangkir kopi bersama, melainkan menjadi wadah strategis untuk bertukar informasi dan menyerap berbagai persoalan yang tengah berkembang di tengah warga.
Kapolsek Pare AKP Wendi Sulistiono menjelaskan bahwa komunikasi langsung dan terbuka dengan unsur pemerintah daerah hingga tingkat desa memegang peranan vital dalam merawat stabilitas kamtibmas agar tetap kondusif.
“Ngopi santai ini tidak hanya sekadar ngopi. Kami bersama Forkopimcam dan kepala desa berdiskusi membahas situasi kamtibmas di wilayah,” kata Wendi, Rabu (30/9/2026).
Melalui forum santai dan terbuka ini, berbagai potensi permasalahan di lingkungan masyarakat dapat didiskusikan secara komprehensif, sehingga langkah-langkah penanganan dini dapat segera dikoordinasikan lintas sektoral apabila ditemukan kendala di lapangan.
Wendi juga menekankan pentingnya optimalisasi peran Bhabinkamtibmas di setiap desa sebagai garda terdepan penghubung komunikasi antara institusi kepolisian dan masyarakat. Berbagai persoalan sekecil apa pun yang muncul di tengah warga diharapkan bisa segera dilaporkan agar dapat diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban umum bukanlah tugas eksklusif kepolisian semata, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
“Peran untuk menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya polisi. Semua lapisan masyarakat memiliki peran yang sangat penting,” ungkap Wendi.
Sebagai langkah konkret pencegahan gangguan keamanan, pihaknya secara khusus mendorong para kepala desa beserta warga untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling), terutama pada titik-titik pos kamling yang selama ini belum berjalan secara optimal.
Keberadaan pos ronda dan keaktifan warga dalam kegiatan ronda malam diyakini mampu meningkatkan tingkat kewaspadaan dini terhadap potensi tindak kriminalitas sekaligus mempererat kerukunan antarwarga.
“Kami berharap pos kamling yang belum aktif bisa diaktifkan kembali. Keamanan lingkungan akan lebih kuat apabila masyarakat ikut terlibat secara langsung,” tuturnya.
Selain mengandalkan siskamling, Wendi mengingatkan masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan darurat Call Center Polri 110 untuk menyampaikan pengaduan, laporan, atau informasi penting terkait adanya gangguan kamtibmas. Layanan bebas pulsa ini dapat diakses kapan saja oleh warga dan akan langsung direspons oleh petugas siaga untuk ditindaklanjuti secara cepat sesuai situasi di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan tersebut secara bertanggung jawab apabila menemukan kejadian yang membutuhkan kehadiran atau penanganan kepolisian,” jelasnya.
Melalui program inovatif Pojok Kopi Polsek Pare ini, sinergi dan komunikasi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, aparatur desa, hingga warga diharapkan dapat terus terjalin erat dan berkelanjutan demi terciptanya wilayah yang aman, tertib, dan harmonis.
“Pojok Kopi Polsek Pare ini memang hadir untuk masyarakat. Bisa menjadi tempat curhat keluh kesah tentang situasi Kamtibmas di wilayah,” pungkas Wendi.(*)











