• Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
adakita.news
Advertisement
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
No Result
View All Result
Home Budaya

Merti Dusun Kirab Nawa Tirta Kencana Warnai Puncak Grebek Suro di Kelurahan Pesantren

Rochmatullah KurniawanbyRochmatullah Kurniawan
20 Juni 2026
Merti Dusun Kirab Nawa Tirta Kencana Warnai Puncak Grebek Suro di Kelurahan Pesantren

Baca Juga

Masa Jabatan Berakhir, Achmad Fikri Sampaikan Apresiasi dan Harapan untuk Masa Depan TDA Kediri

Gus Qowim Buka Sarasehan Hari Koperasi ke-79 di UIN Syekh Wasil Kediri, Dorong Transformasi Digital dan Kualitas Kelembagaan

Buka Gebyar UMKM Hari Koperasi ke-79, Mas Dhito Dorong Pelaku Usaha Masuk Pasar Digital

ADAKITANEWS, Kediri – Puncak peringatan Grebek Suro di Kelurahan Pesantren ditandai dengan pelaksanaan kirab budaya bertajuk “Merti Dusun Kirab Nawa Tirta Kencana”, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat tersebut menjadi bentuk pelestarian tradisi dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam sekaligus mempererat kebersamaan warga.

Mengusung tema “Merawat Tradisi, Menjaga Sumber Kehidupan, Menyatukan Warga Menuju Kota Kediri yang MAPAN”, kegiatan ini bertujuan melestarikan budaya lokal, memperkuat silaturahmi antarmasyarakat, menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur, serta mendukung pengembangan potensi wisata daerah.

Lurah Pesantren, Insani, mengatakan Grebek Suro merupakan tradisi yang rutin digelar setiap tahun sebagai upaya menjaga kelestarian budaya sekaligus memperingati Tahun Baru Islam.

“Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, hiburan rakyat, dan sarana memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung program D’Cito yang dicanangkan oleh Mbak Wali,” ujarnya.

Menurut Insani, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, warga bersama Pemerintah Kota Kediri turut memanjatkan doa agar kehidupan masyarakat semakin sejahtera dan penuh keberkahan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Gugur Gunung atau kerja bakti massal yang mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Kelurahan Pesantren. Setelah itu, dilakukan prosesi pengambilan air dari sembilan mata air yang kemudian ditempatkan dalam kendi untuk dikirab.

Salah satu sumber air diambil dari surau yang diyakini memiliki keterkaitan dengan sejarah awal berdirinya Kelurahan Pesantren dan tokoh leluhur setempat, Mbah Singomenggolo. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan kenduri di makam leluhur sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.

Prosesi kirab budaya dimulai dari Lapangan Voli RW 04 menuju Kantor Kelurahan Pesantren. Acara diawali dengan fragmen babad alas Pesantren, dilanjutkan prosesi pecah kendi yang melambangkan rasa syukur sekaligus pelestarian sumber kehidupan, sebelum peserta kirab berkeliling wilayah kelurahan.

Kirab budaya diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar tingkat TK hingga SMP, Fatayat NU, Muslimat NU, komunitas senam, kelompok jaranan, hingga warga setempat. Kegiatan juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memamerkan berbagai produk unggulan mereka.

Aspek kemakmuran digambarkan melalui gunungan tumpeng hasil bumi yang diperebutkan oleh masyarakat pada akhir sesi kirab. Agenda budaya ini kemudian dipungkasi dengan prosesi Kempul Bujono atau makan bersama di Kantor Kelurahan Pesantren yang menyimbolkan persatuan kuat antarwarga.

Insani berharap tradisi tersebut dapat terus menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya lokal sekaligus mendorong pengembangan potensi wisata daerah.

“Harapan saya melalui kegiatan ini tumbuh rasa memiliki bahwa kita mempunyai budaya yang harus dilestarikan, wisata yang harus dikembangkan, serta silaturahmi yang harus terus dijaga di tengah masyarakat,” pungkasnya.(*)

Tags: Grebek Suro PesantrenInsaniKirab Nawa Tirta KencanaLurah PesantrenMbah Singomenggolotradisi KediriUMKM Kediri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending Minggu Ini

Ubah Stigma Negatif, ORADO Kota Kediri Siap Dorong Domino Jadi Cabang Olahraga Prestasi

Ubah Stigma Negatif, ORADO Kota Kediri Siap Dorong Domino Jadi Cabang Olahraga Prestasi

2 Agustus 2026
Meningkatkan Kualitas Kader PKK, Wawali Kota Kediri Serahkan Piala Lomba Cerdas Cermat Pokja IV

Meningkatkan Kualitas Kader PKK, Wawali Kota Kediri Serahkan Piala Lomba Cerdas Cermat Pokja IV

5 Agustus 2026
Serap Aspirasi di Pandantoyo, Cak Hadi Siap Kawal Infrastruktur Desa hingga Keluhan Petani

Serap Aspirasi di Pandantoyo, Cak Hadi Siap Kawal Infrastruktur Desa hingga Keluhan Petani

28 Juli 2026
VP KAI Daop 7 Madiun Inspeksi Lintas Madiun–Kertosono Menggunakan Lori Dresin Guna Pastikan Keandalan Prasarana

VP KAI Daop 7 Madiun Inspeksi Lintas Madiun–Kertosono Menggunakan Lori Dresin Guna Pastikan Keandalan Prasarana

4 Agustus 2026
Raih Emas LKS Nasional 2026 Bidang Pengelasan, Pelajar SMK Kartanegara Wates Dapat Apresiasi Beasiswa dari Bupati Kediri

Raih Emas LKS Nasional 2026 Bidang Pengelasan, Pelajar SMK Kartanegara Wates Dapat Apresiasi Beasiswa dari Bupati Kediri

6 Agustus 2026

Untuk Anda

Sistem “Lost and Found” KAI Daop 7 Amankan Puluhan Barang Penumpang, Ada Tas Berisi Jutaan Rupiah
Nasional

Sistem “Lost and Found” KAI Daop 7 Amankan Puluhan Barang Penumpang, Ada Tas Berisi Jutaan Rupiah

18 Maret 2026
KAI Daop 7 Madiun Larang Pembakaran Jerami di Dekat Rel, Bisa Picu Hentian Luar Biasa Kereta Api
Travel

KAI Daop 7 Madiun Larang Pembakaran Jerami di Dekat Rel, Bisa Picu Hentian Luar Biasa Kereta Api

14 Juli 2026
adakita.news

PT. Adakita Aksara Media - ©2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial

PT. Adakita Aksara Media - ©2026