ADAKITANEWS, Tulungagung – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun bekerja sama dengan komunitas pecinta kereta api RF Tulungagung menyelenggarakan kampanye dan sosialisasi anti-pelecehan seksual di lingkungan stasiun serta kereta api. Agenda ini dilaksanakan sebagai langkah untuk menghadirkan ruang publik yang aman dan nyaman bagi pengguna jasa sekaligus memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Aksi edukasi ini mengikutsertakan para pemuda anggota RF Tulungagung. Mereka terjun langsung memberikan pemahaman kepada para pelanggan mengenai tindakan pencegahan kekerasan seksual serta pentingnya keberanian untuk melaporkan tiap gangguan yang mengancam kenyamanan perjalanan.
Rangkaian kampanye diisi dengan aksi menyapa penumpang secara humanis. Para anggota komunitas membagikan bunga mawar dan bendera kecil sebagai tanda keramahan sekaligus cerminan semangat kemerdekaan.
Di samping itu, mereka turut menyampaikan imbauan secara langsung serta membentangkan spanduk dan papan peraga yang mengusung pesan penolakan terhadap aksi kekerasan seksual.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan wujud komitmen berkesinambungan dalam meningkatkan kesadaran publik serta memfasilitasi peran aktif generasi muda pada aktivitas positif.
“Melalui kolaborasi dengan RF Tulungagung, kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyebarkan pesan positif. Kami mengedukasi pelanggan agar berani bersuara, berani melapor, dan tidak ragu meminta pertolongan apabila mengalami atau menyaksikan indikasi pelecehan seksual,” kata Tohari.
Manajemen KAI menegaskan sikap tegas tanpa toleransi terhadap segala bentuk pelecehan maupun perbuatan asusila di kawasan stasiun dan dalam rangkaian gerbong. Penindakan dan sanksi terukur dipastikan bakal dijatuhkan kepada pihak yang terbukti melanggar aturan.
“KAI tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelecehan seksual. Oknum yang terbukti melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi administratif tegas, termasuk masuk dalam daftar hitam (blacklist) sehingga tidak bisa menggunakan layanan KA dalam waktu tertentu hingga permanen,” ujar Tohari.
Melalui giat edukasi ini, KAI berharap para pelanggan dapat saling menjaga dan peduli pada keamanan lingkungan sekitar. Warga juga diminta tidak ragu mengambil sikap dan melapor apabila mendapati hal yang mengarah pada tindakan pelecehan.
Guna memperkuat proteksi keselamatan, KAI meluncurkan sarana pendukung berupa fitur Female Seat Map pada aplikasi Access by KAI. Fitur ini mempermudah penumpang wanita untuk mengetahui posisi tempat duduk berdasarkan jenis kelamin penumpang di sekitarnya.
KAI Daop 7 Madiun menegaskan komitmennya untuk senantiasa menyajikan moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu, dengan tetap memprioritaskan keselamatan serta perlindungan bagi seluruh pengguna jasa.(*)











