• Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
adakita.news
Advertisement
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Waspada Penipuan Snapboost, Satgas PASTI Hentikan Modus Click to Earn Usai OJK Kediri Terima Aduan Kerugian Rp2,6 Miliar

Rochmatullah KurniawanbyRochmatullah Kurniawan
29 Juli 2026
Waspada Penipuan Snapboost, Satgas PASTI Hentikan Modus Click to Earn Usai OJK Kediri Terima Aduan Kerugian Rp2,6 Miliar

Baca Juga

Perkuat Sektor Tengah dan Pertahanan, Persik Kediri Resmi Boyong Lima Pemain Anyar Menjelang Super League 2026/2027

Kota Kediri Raih Terbaik III Indeks Perlindungan Anak Jatim 2026, Vinanda Prameswati Terima Penghargaan dari Gubernur Khofifah

FKIJK Kediri-Madiun Gelar Financial Journalist Class Sesi 1, Perkuat Sinergi Perbankan dan Insan Pers

ADAKITANEWS, Kediri – Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menghentikan kegiatan usaha yang diduga melakukan penipuan melalui platform bernama Snapboost. Platform tersebut mengklaim sebagai layanan monetisasi media sosial dengan sistem Click to Earn (C2E), yang menjanjikan penghasilan kepada anggotanya melalui aktivitas memberikan tanda suka (like) dan membagikan (share) konten di berbagai media sosial.

Melalui rilis yang diterima pada Rabu (29/7/2026), dalam praktiknya, Snapboost diduga menawarkan skema investasi dengan mewajibkan peserta melakukan penyetoran dana untuk mengerjakan berbagai tugas, seperti memberikan like pada konten di Instagram, Facebook, YouTube, dan TikTok.

Selain menjanjikan pendapatan harian, platform tersebut juga menawarkan bonus berdasarkan jenjang keanggotaan, komisi perekrutan anggota baru (member get member), hingga hadiah berupa sepeda motor dan mobil bagi anggota yang melakukan penyetoran dana dalam nominal tertentu.

Berdasarkan hasil koordinasi, Satgas PASTI menemukan bahwa Snapboost tidak memiliki badan hukum maupun izin usaha di Indonesia. Selain itu, aplikasi dan situs web yang digunakan juga tidak terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

Satgas PASTI juga mengidentifikasi adanya indikasi pelaku secara berkala mengganti alamat tautan (URL) menggunakan nama yang berbeda. Meski demikian, tampilan, fitur, dan mekanisme operasional yang digunakan tetap sama sehingga diduga saling berkaitan.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Satgas PASTI telah menghentikan aktivitas Snapboost dan melakukan pemblokiran terhadap aplikasi maupun tautan yang digunakan. Satgas juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk proses penindakan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat yang merasa menjadi korban aktivitas tersebut diimbau segera melaporkan kejadian kepada aparat penegak hukum setempat agar proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Satgas PASTI kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap penawaran investasi maupun aktivitas keuangan yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat atau tidak masuk akal. Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap skema yang mewajibkan penyetoran dana di awal, terutama jika dijalankan melalui situs atau aplikasi yang sering berganti alamat tautan, tetapi tetap menggunakan tampilan dan mekanisme operasional yang sama.

Apabila menemukan indikasi investasi ilegal atau pinjaman online ilegal, masyarakat dapat melaporkannya melalui laman sipasti.ojk.go.id, Kontak OJK 157, WhatsApp 081157157157, maupun surat elektronik ke konsumen@ojk.go.id. Sementara itu, korban penipuan transaksi keuangan juga dapat menyampaikan laporan melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) di iasc.ojk.go.id guna mendukung percepatan pemblokiran rekening pelaku dan proses penanganan lebih lanjut.

Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, mengatakan pihaknya terus mendukung upaya pemberantasan aktivitas keuangan ilegal sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat dari berbagai modus penipuan dan investasi ilegal.

Menurut Ismirani, pada April 2026 OJK Kediri menerima 20 pengaduan masyarakat terkait dugaan penipuan aplikasi Snapboost dengan estimasi total kerugian mencapai Rp2,6 miliar.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, OJK Kediri telah mengundang para korban untuk melakukan pendalaman informasi. Hasil pendalaman kemudian diteruskan kepada Satgas PASTI sebagai bahan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Ismirani.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan legalitas setiap entitas yang menawarkan investasi maupun layanan keuangan serta tidak mudah tergiur dengan janji keuntungan yang tidak wajar.

Selain itu, OJK Kediri mengapresiasi dukungan insan media yang turut berperan aktif menyebarluaskan informasi kepada masyarakat sehingga upaya pencegahan dan pemberantasan aktivitas keuangan ilegal dapat berjalan lebih efektif.(*)

Tags: Berita KediriClick to EarnIndonesia Anti Scam CentreInvestasi IlegalIsmirani SaputriKeuangan KediriOJK Kediripenipuan onlineSatgas PASTISnapboost

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending Minggu Ini

Perkuat Konsolidasi Akar Rumput, Golkar Kabupaten Kediri Gelar Musyawarah Desa Serentak di Dapil 4

Perkuat Konsolidasi Akar Rumput, Golkar Kabupaten Kediri Gelar Musyawarah Desa Serentak di Dapil 4

28 Juli 2026
Cegah Hoaks dan Perpecahan, Anggota DPRD Jatim Cak Hadi Ajak Warga Kediri Bijak Bermedia Sosial

Cegah Hoaks dan Perpecahan, Anggota DPRD Jatim Cak Hadi Ajak Warga Kediri Bijak Bermedia Sosial

22 Juli 2026
Serap Aspirasi di Pandantoyo, Cak Hadi Siap Kawal Infrastruktur Desa hingga Keluhan Petani

Serap Aspirasi di Pandantoyo, Cak Hadi Siap Kawal Infrastruktur Desa hingga Keluhan Petani

28 Juli 2026
Reses di Desa Brenggolo, Cak Hadi Tampung Aspirasi Warga dan Usulan Bantuan untuk SLB PGRI Plosoklaten

Reses di Desa Brenggolo, Cak Hadi Tampung Aspirasi Warga dan Usulan Bantuan untuk SLB PGRI Plosoklaten

27 Juli 2026

Cak Hadi Sosialisasi Literasi Digital di Ringinrejo, Ajak Warga Tangkal Hoaks dan Jaga Kerukunan

24 Juli 2026

Untuk Anda

Gus Qowim Hadiri MUSDA JATMAN Kediri Raya, Tekankan Pentingnya Syiar Thariqah untuk Ketenteraman Batin Umat
Religi

Gus Qowim Hadiri MUSDA JATMAN Kediri Raya, Tekankan Pentingnya Syiar Thariqah untuk Ketenteraman Batin Umat

27 Juni 2026
Sapa Bansos di Kediri, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Senilai Rp15 Miliar untuk Kelompok Rentan
Nasional

Sapa Bansos di Kediri, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Senilai Rp15 Miliar untuk Kelompok Rentan

1 Maret 2026
adakita.news

PT. Adakita Aksara Media - ©2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial

PT. Adakita Aksara Media - ©2026