ADAKITANEWS, Kediri – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Sosial masih membuka kesempatan bagi warga untuk bergabung dalam program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial RI. Saat ini, jajaran dinas terkait terus menggencarkan proses penjangkauan calon peserta didik demi memenuhi target kuota sebelum kalender tahun ajaran baru resmi bergulir.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin, memaparkan bahwa program Sekolah Rakyat ini dikhususkan bagi keluarga kurang mampu yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional kategori Desil 1 dan Desil 2. Kendati demikian, kelompok masyarakat yang berada pada kategori Desil 3 ke atas tetap memiliki peluang untuk ikut serta setelah melewati tahapan pemeriksaan serta survei kelayakan di lapangan.
“Berbeda dengan sistem penerimaan peserta didik pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran secara terbuka. Untuk Desil 1 dan Desil 2 langsung masuk tanpa survei. Sedangkan Desil 3, 4, dan seterusnya yang berminat dapat menghubungi Dinas Sosial atau Lapor Mbak Wali 112 untuk dilakukan asesmen dan survei kelayakan,” kata Imam, Jumat (10/7/2026).
Ia merinci bahwa pada awalnya, tiap tingkatan pendidikan mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dipatok kuota masing-masing sebanyak 90 siswa yang didistribusikan ke dalam tiga rombongan belajar (rombel). Hingga saat ini, bangku untuk jenjang SMA telah terisi sebanyak 84 siswa dan SMP terisi 83 siswa, sementara untuk jenjang SD baru tercatat ada 25 siswa.
Menyikapi minimnya keterisian di tingkat dasar, berdasarkan hasil koordinasi intensif bersama Kementerian Sosial, sisa kuota yang belum terpenuhi pada jenjang SD diputuskan untuk digeser guna memperkuat daya tampung jenjang SMA.
“Hasil koordinasi dengan Kemensos, rombel SD yang belum terpenuhi dialihkan menjadi rombel SMA. Dengan demikian, SMA mendapatkan tambahan satu rombel atau tambahan kuota sebanyak 36 siswa,” ujarnya menjelaskan.
Imam menaruh harapan besar agar seluruh sisa kuota yang ada dapat terisi penuh sebelum agenda Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah yang dijadwalkan berlangsung pada 13-17 Juli 2026 dimulai. Namun, jika sampai batas waktu tersebut kuota belum terpenuhi secara total, aktivitas belajar mengajar dipastikan akan tetap berjalan linier dengan jumlah murid yang sudah terdaftar.
Perlu diketahui, program Sekolah Rakyat merupakan sistem pendidikan gratis dengan konsep berasrama yang seluruh komponen biayanya disokong penuh oleh negara. Fasilitas penunjang yang disediakan bagi para siswa tergolong sangat lengkap, meliputi pakaian seragam, tas, buku paket pelajaran, fasilitas laptop, alat tulis, hingga pemenuhan kebutuhan logistik hidup sehari-hari selama masa pendidikan.
Oleh karena itu, pihak Dinsos mengetuk hati masyarakat, terutama keluarga pra-sejahtera serta anak-anak yang rentan putus sekolah akibat impitan finansial, untuk memaksimalkan peluang emas ini. Warga juga diimbau saling bahu-membahu menyebarkan maklumat ini kepada sanak saudara maupun tetangga sekitar yang membutuhkan bantuan pendidikan.
Imam menjamin masyarakat tidak perlu risau perihal keabsahan dokumen kelulusan dari Sekolah Rakyat. Seluruh ijazah yang dikeluarkan, baik untuk tingkatan SD, SMP, maupun SMA, memiliki kedudukan hukum yang setara dengan sekolah reguler serta diakui secara sah oleh negara.
“Mari kita manfaatkan Sekolah Rakyat ini untuk memperbaiki tingkat pendidikan anak-anak kita. Kami berharap seluruh kuota dapat terisi sehingga semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan berkualitas,” tutup Imam.(*)











