ADAKITANEWS, Bogor – Foto Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat menerima penghargaan Lencana Darma Bakti dari Gerakan Pramuka mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat warganet di media sosial. Perhatian publik tertuju pada dua emblem berbentuk lingkaran yang terpasang di area kerah seragam Pramuka milik sang menteri.
Foto tersebut diabadikan saat Abdul Mu’ti menghadiri rangkaian Perkemahan Anak Indonesia Hebat 2026 di Camp Hulu Cai, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (31/8/2026).
Meskipun Abdul Mu’ti mengenakan seragam lengkap, susunan serta bentuk dua emblem lingkaran di kedua kerahnya dinilai netizen menyerupai tata letak atribut untuk seragam Pramuka putri.
Mengacu pada Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 174 Tahun 2012 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Anggota Gerakan Pramuka, aturan atribut untuk putra dan putri memiliki perbedaan mendasar. Seragam putri memakai Tanda Pandu Dunia (WOSM) berbentuk lingkaran di kerah kanan dan Tanda Pelantikan berbentuk lingkaran di kerah kiri. Sebaliknya, atribut WOSM putra seharusnya berbentuk persegi dan dipasang di dada kanan, tanpa menggunakan emblem lingkaran pada kedua kerah.
Ketidaksesuaian tata letak atribut ini pun memicu beragam komentar menggelitik dari warganet.
“bukannya kalau dikerah seragam putri,” tulis salah satu warganet.
“Menurut keyakinan saya, ini terjadi karena ketidaktahuan, maaf kalau salah,” komentar warganet lainnya.
“Positif thinking aja mungkin beliau mau mewakili Pramuka PA dan PI sekaligus,” seloroh pengguna media sosial lain.
Terlepas dari perbincangan seputar atribut seragam, acara puncak tersebut sejatinya merupakan agenda penganugerahan penghargaan dari Kwartir Nasional. Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso menyerahkan secara langsung Lencana Darma Bakti berdasarkan Surat Keputusan Nomor 109 Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Abdul Mu’ti dalam mendukung pendidikan karakter generasi muda.
Melalui keterangan resminya, Abdul Mu’ti menyampaikan rasa terima kasih atas penganugerahan tersebut dan berharap sinergi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Gerakan Pramuka makin erat.
“Terima kasih kepada Kwarnas dan Kak Budi Waseso atas penghargaannya untuk saya. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pertanda dan ikatan serta menjadi lentera yang menyalakan api kebersamaan untuk Pramuka Indonesia di masa depan,” kata Abdul Mu’ti.
Ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan Gerakan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib guna membentuk karakter serta menanamkan jiwa patriotisme murid sesuai nilai-nilai Dasa Darma.
Sementara itu, Budi Waseso menilai peran aktif Mendikdasmen sangat krusial dalam mengakselerasi pembentukan karakter anak bangsa.
“Pak Menteri ini sudah menginisiasi, mendorong, menyemangati, dan paling tidak beliau yang melaksanakan. Ini adalah satu apresiasi dari Kwarnas tanpa dukungan beliau, tanpa bantuan beliau maka akan kesulitan secara serentak kita membangun generasi emas,” pungkas Budi.(*)











