ADAKITANEWS, Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mengimbau seluruh pelanggan untuk meningkatkan kepedulian dalam penggunaan kursi prioritas yang tersedia di ruang tunggu stasiun maupun di dalam rangkaian kereta api. Imbauan tersebut disampaikan untuk memastikan hak dan kenyamanan kelompok penumpang rentan tetap terpenuhi selama perjalanan.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan masih ditemukannya kursi prioritas yang diduduki oleh penumpang umum. Kondisi tersebut kerap menyulitkan penumpang yang seharusnya lebih berhak mendapatkan fasilitas tersebut, seperti lanjut usia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta penumpang yang membawa anak kecil atau balita.
“Kami mengetuk pintu hati dan kesadaran seluruh pelanggan kereta api. Fasilitas kursi prioritas ini dihadirkan demi memberikan kenyamanan ekstra bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kami sangat mengharapkan kerja sama dari masyarakat untuk tidak menduduki kursi tersebut demi kenyamanan bersama,” ujar Tohari.
Tohari menjelaskan bahwa kursi prioritas merupakan fasilitas yang disediakan khusus untuk empat kategori penumpang, yakni lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan penumpang yang membawa balita. Karena itu, masyarakat yang tidak termasuk dalam kategori tersebut diharapkan tidak menggunakan kursi prioritas.
Apabila dalam kondisi tertentu kursi tersebut digunakan oleh penumpang umum, mereka diminta segera memberikan tempat duduk secara sukarela ketika ada penumpang prioritas yang membutuhkan.
Di dalam kereta api, kursi prioritas umumnya ditempatkan di bagian ujung gerbong agar mudah diakses. Sementara di stasiun, fasilitas tersebut telah tersedia di area ruang tunggu yang telah ditentukan.
Selain mengingatkan pentingnya menghormati kursi prioritas, KAI Daop 7 Madiun juga terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan transportasi yang inklusif dan ramah bagi seluruh kalangan.
Berbagai fasilitas pendukung bagi lansia dan penyandang disabilitas terus ditingkatkan, di antaranya penyediaan kursi roda gratis, pembangunan peron tinggi untuk memudahkan naik dan turun kereta, serta peningkatan aksesibilitas di lingkungan stasiun.
Tohari menegaskan, keberhasilan menciptakan transportasi publik yang nyaman tidak hanya bergantung pada fasilitas yang disediakan, tetapi juga pada kesadaran dan kepedulian seluruh pengguna jasa.
“Kami berharap seluruh pelanggan dapat bersama-sama menciptakan budaya saling menghormati dan peduli terhadap sesama, sehingga perjalanan kereta api menjadi lebih nyaman, aman, dan inklusif bagi semua,” pungkasnya.(*)











