ADAKITANEWS, Jakarta – Dunia pers Indonesia berduka atas berpulangnya Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, Sabtu (18/4/2026). Tokoh pers nasional berusia 54 tahun tersebut mengembuskan napas terakhir pada pukul 00.10 WIB di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta, akibat serangan jantung.
Berdasarkan keterangan Wakil Bendahara Umum PWI Pusat, Sumber Rajasa Ginting, almarhum sempat menghadiri acara deklarasi Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) di Kampus LSPR pada Jumat malam. Namun, saat sedang bersantai usai kegiatan, kondisi kesehatannya mendadak menurun drastis dengan keluhan sesak dada hebat.
Petugas medis di RS Budi Kemuliaan mendiagnosis almarhum mengalami serangan jantung yang diperberat oleh riwayat penyakit serupa. Meski sempat direncanakan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita demi penanganan spesialis, Zulmansyah dinyatakan meninggal dunia sebelum proses rujukan terlaksana.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian rekan kerja sekaligus sahabat karibnya tersebut. Ia mengenang Zulmansyah sebagai sosok yang memiliki integritas dan loyalitas luar biasa terhadap perkembangan organisasi wartawan di Indonesia.
“Kami kehilangan salah satu kader terbaik yang selalu total dalam bekerja untuk organisasi. Semangat dan dedikasi beliau akan selalu kami kenang,” ujarnya.
Zulmansyah Sekedang meninggalkan jejak pengabdian yang panjang, mulai dari memimpin PWI Provinsi Riau selama dua periode hingga menduduki berbagai posisi strategis di tingkat pusat. Ia dikenal luas sebagai figur pemersatu yang berhasil merajut kembali keutuhan organisasi melalui Kongres Persatuan di Cikarang pada Agustus 2025 lalu.
Keluarga besar PWI dan insan pers tanah air merasa sangat kehilangan atas kepergian pribadi yang dikenal ramah dan penuh semangat ini. Komitmennya dalam membela hak-hak jurnalis serta memperkuat marwah organisasi menjadi warisan berharga bagi generasi penerus di dunia jurnalistik.
Keluarga besar PWI mengajak seluruh masyarakat untuk memanjatkan doa terbaik agar almarhum diberikan tempat mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam sekaligus penghormatan atas seluruh dedikasi yang telah ia berikan bagi kemajuan pers Indonesia.(*)











