ADAKITANEWS, Kediri – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office Kediri menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pemulihan ekonomi lokal melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga periode Maret 2026, lembaga perbankan ini telah mengucurkan dana stimulus sebesar Rp343 miliar bagi para pelaku usaha di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Penyaluran dana tersebut difokuskan untuk menyentuh sektor-sektor strategis yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah. Berdasarkan data terkini, mayoritas kucuran modal diarahkan pada sektor produksi yang menyerap anggaran hingga Rp223 miliar atau setara dengan 65,06 persen dari total realisasi.
Sektor produksi yang menjadi prioritas meliputi bidang pertanian tebu, palawija, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga industri jasa. Keberadaan pendanaan ini diharapkan mampu memberikan napas baru bagi pengusaha kecil untuk meningkatkan skala operasional mereka.
Branch Manager BRI BO Kediri, Adi Nugroho, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran perbankan dalam memperkuat struktur ekonomi masyarakat. Ia melihat potensi besar pada komoditas unggulan lokal yang memerlukan dukungan permodalan agar dapat bersaing lebih luas.
“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Kediri melalui penyaluran pendanaan usaha. Kami juga melihat ada banyak potensi di wilayah Kediri di bidang pertanian tebu dan pertanian palawija,” ujar Adi.
Selain memberikan akses permodalan, BRI juga berperan aktif dalam melakukan pendampingan teknis dan edukasi finansial. Hal ini bertujuan agar para debitur memiliki kemampuan manajerial yang baik sehingga usaha yang dijalankan dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Digitalisasi usaha juga menjadi agenda utama dalam program pemberdayaan yang diusung oleh BRI. Pelaku UMKM didorong untuk mulai mengadopsi teknologi digital dan platform penjualan daring guna memperluas jangkauan pasar di era modern.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya. Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital agar bisa meningkatkan kapasitas usaha dan naik kelas,” tegasnya.
Melalui strategi yang terintegrasi antara pembiayaan dan pembinaan, BRI BO Kediri optimistis mampu menciptakan ekosistem UMKM yang tangguh. Inisiatif ini selaras dengan program pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan perluasan lapangan kerja di tingkat daerah.(*)











