adakita.news
Advertisement
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
No Result
View All Result
Home Nasional

Potret Kampung Onggoboyo: Menanti Terang di Balik Rimbun Kebun Kaki Gunung Kelud

RedaksibyRedaksi
16 Maret 2026
Potret Kampung Onggoboyo: Menanti Terang di Balik Rimbun Kebun Kaki Gunung Kelud

Baca Juga

Pemkab Kediri Lanjutkan Pembangunan Akses Beton Jalan Menuju Kawah Gunung Kelud

Imigrasi Kediri Melayani Pengurusan Paspor 160 Calon Jemaah Haji Asal Nganjuk

Peringati HUT ke-81 TNI, Kodim 0809/Kediri Gelar Turnamen Domino Gratis Berhadiah Sepeda Listrik

ADAKITANEWS, Kediri – Di saat wilayah perkotaan di Kabupaten Kediri terus bersolek dengan pembangunan infrastruktur digital dan modern, sebuah permukiman di kaki Gunung Kelud justru tampak seolah terhenti dalam pusaran waktu. Kampung Onggoboyo, yang terletak di Desa Babadan, Kecamatan Ngancar, menjadi cermin nyata perjuangan warga yang lama terisolasi dari fasilitas dasar.

Kabut tipis dan rintik hujan menyambut kedatangan siapa pun yang menyambangi kampung ini pada Senin (16/3/2026) senja. Di tengah rimbunnya perkebunan, berdiri kokoh bangunan-bangunan tua bergaya Indis dengan tembok tebal khas era kolonial. Bangunan peninggalan Belanda tersebut kini menjadi rumah bagi sekitar 14 kepala keluarga yang masih bertahan.

Panji (53), salah satu penghuni lawas, telah menetap di sana selama 25 tahun. Pria asal Kepanjen, Malang, ini mengisahkan betapa beratnya hidup di wilayah yang dahulu merupakan pusat aktivitas perkebunan, namun kini justru tertinggal dari derap kemajuan zaman.

Hingga beberapa tahun lalu, warga Onggoboyo harus berdamai dengan kegelapan dan krisis air. Listrik baru mengalir pada tahun 2023, sementara akses air bersih baru terwujud pada 2025 berkat kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kediri dan PTPN X.

“Dulu air itu sampai beli karena bantuan dari perkebunan tidak mencukupi kebutuhan keseharian. Rumah di sini bekas peninggalan pekerja perkebunan era kolonial, sehingga asetnya milik perkebunan,” ungkap Panji.

Meski air dan listrik mulai masuk ke dalam rumah, persoalan belum tuntas. Akses jalan sepanjang satu kilometer yang membelah perkebunan tebu menuju kampung tersebut masih berupa jalan setapak yang licin dan minim penerangan.

“Karena memang kampung ini letaknya ada di tengah perkebunan. Aksesnya sangat sulit sekali apalagi jika hujan, karena masih jalan setapak,” tambahnya.

Keterbatasan ini juga memicu kecemasan bagi para ibu, salah satunya Winarti. Ia kerap dihantui rasa khawatir setiap kali anaknya berangkat atau pulang sekolah, terutama saat cuaca buruk melanda.

“Saya merasakan ketika anak saya belum pulang sekolah apalagi saat hujan saya sangat cemas ketika melewati jalan menuju kampung ini. Jalannya rusak dan penerangan jalan yang minim,” keluh Winarti.

Harapan warga kini tertumpu pada kehadiran Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, M. Hadi Setiawan, yang berkunjung dalam rangkaian safari Ramadan di Musala An Nuur. Kepada pria yang akrab disapa Cak Hadi tersebut, Winarti menyuarakan dambaan warga akan lingkungan yang terang benderang.

“Kami berharap kampung kami menjadi terang, tak lagi gelap saat malam tiba. Memang di rumah warga sudah teraliri listrik, namun belum menyentuh di infrastruktur jalannya. Karena tiap rumah belum ada meteran listrik, masih jadi satu menumpang di dusun sebelah,” pintanya.

Mendengar keluh kesah tersebut, Cak Hadi menyatakan keprihatinannya. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar adalah hak setiap warga negara yang tidak boleh terabaikan.

“Ini sangat memprihatinkan. Sesama anak warga negara, hidup di masyarakat, tetapi soal penerangan listrik saja masih menjadi masalah. Termasuk soal aksesibilitas,” tegas Cak Hadi.

Namun, Cak Hadi mengakui adanya hambatan regulasi karena status lahan pemukiman tersebut masih berada di bawah Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan perkebunan. Meski demikian, ia menekankan bahwa kepentingan kemanusiaan harus menjadi prioritas.

“Hak atas tanah itu masih HGU. Tetapi kalau sudah dilegalkan dan mendapat izin dari pemangku hak tanah, seharusnya juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas lain karena ini menyangkut hajat orang banyak,” ujarnya.

Cak Hadi berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pemangku kebijakan guna mencari solusi jangka panjang, termasuk menjajaki potensi Kampung Onggoboyo sebagai destinasi wisata sejarah yang dapat mendongkrak ekonomi warga.

Dalam kunjungan yang mengharukan tersebut, Cak Hadi juga menyalurkan bantuan sembako dan santunan. Ia terkesan dengan semangat warga yang tetap tangguh meski harus hidup dalam sunyi dan gelapnya perkebunan.

“Kami buka bersama dengan warga di sana dan sangat mengharukan. Di tengah kondisi seperti itu, saat listrik mati suasananya benar-benar gelap. Namun warga tetap menyambut dengan penuh semangat. Semoga apa yang kami lakukan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)

Tags: Berita KediriGunung KeludInfrastruktur DesaKampung OnggoboyoM. Hadi SetiawanNgancar KediriPTPN X

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending Minggu Ini

Bertahun-tahun Dikeluhkan Warga, Jalan Rusak di Desa Petungroto Kediri Akhirnya Mulai Diaspal

Bertahun-tahun Dikeluhkan Warga, Jalan Rusak di Desa Petungroto Kediri Akhirnya Mulai Diaspal

14 September 2026
Atribut Seragam Pramuka Abdul Mu’ti Jadi Sorotan Warganet Usai Terima Lencana Darma Bakti

Atribut Seragam Pramuka Abdul Mu’ti Jadi Sorotan Warganet Usai Terima Lencana Darma Bakti

9 September 2026
Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

2 September 2026
KAI Daop 7 Madiun Sampaikan Permohonan Maaf Atas Keterlambatan Kereta Dampak Gempa Yogyakarta

KAI Daop 7 Madiun Sampaikan Permohonan Maaf Atas Keterlambatan Kereta Dampak Gempa Yogyakarta

12 September 2026
KAI Beri Diskon Tiket Hingga 30 Persen Semarakkan Madiun Running Fest 2026

KAI Beri Diskon Tiket Hingga 30 Persen Semarakkan Madiun Running Fest 2026

11 September 2026

Untuk Anda

Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Kota Kediri Diwarnai Aksi Edukatif dan Antiperundungan
Pendidikan

Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Kota Kediri Diwarnai Aksi Edukatif dan Antiperundungan

23 Juli 2026
Semarakkan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, KAI Daop 7 Unjuk Gigi di Ajang Madiun Spektra Carnival 2026
Budaya

Semarakkan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, KAI Daop 7 Unjuk Gigi di Ajang Madiun Spektra Carnival 2026

26 Juni 2026
adakita.news

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer/Klausula
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026