ADAKITANEWS, Surabaya – Petualangan komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas kota berakhir di tangan Unit Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Sepak terjang kelompok ini tergolong licin dengan catatan 20 tempat kejadian perkara (TKP) yang tersebar di wilayah Surabaya, Sidoarjo, hingga Gresik.
Dua dari tiga anggota komplotan berhasil diringkus, yakni MFR (22), warga Dukuh Bulak Banteng Sekolahan, Surabaya, dan ZGAS (24), warga Jalan Randu Agung, Surabaya. Dari tangan ZGAS, petugas mengamankan senjata tajam jenis pisau penghabisan dan satu pucuk senjata api mainan (dompis).
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Margono, melalui Kasi Humas Iptu Suroto, mengonfirmasi penangkapan kedua tersangka yang kerap beraksi secara sadis tersebut.
“Mereka beraksi bertiga. Satu temannya berinisial HR masih dalam status DPO. Kami amankan pisau dan pistol dompis dari tersangka ZGAS untuk menakut-nakuti korban jika aksinya ketahuan,” jelas Iptu Suroto, Senin (2/11/2026).
Pengungkapan kasus ini bermula dari rekaman CCTV saat tersangka MFR mengeksekusi sepeda motor di halaman masjid Jalan Kyai Tambak Deres, Surabaya, pada Minggu (27/9/2026). Video rekaman tersebut sempat tular (viral) di media sosial hingga memicu penyelidikan mendalam oleh tim Jatanras.
Hasil penelusuran menunjukkan MFR beraksi bersama ZGAS dan HR. Petugas kemudian membuntutinya hingga ke kawasan Cerme, Gresik.
Saat para pelaku mengincar mangsa baru, petugas melancarkan penggerebekan. MFR dan ZGAS berhasil dicokok di lokasi, sedangkan HR yang bersiap di atas sepeda motor berhasil meloloskan diri dan kini diburu petugas.
Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita perkakas kejahatan berupa kunci letter T, obeng modifikasi, kunci magnet, serta dua kunci palsu motor Honda.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kedua tersangka mengakui telah membagi peran dan secara bergantian beraksi di 10 TKP di Surabaya, serta 10 TKP lain di Sidoarjo dan Gresik. Seluruh sepeda motor hasil jarahan dijual kepada seorang penadah berinisial AU yang kini masuk dalam daftar pencarian orang.
Selain senjata tajam dan pistol dompis, petugas juga menyita kalung monel milik tersangka MFR yang diakuinya sebagai jimat keberuntungan saat melancarkan aksi pencurian.
Pihak kepolisian memastikan proses hukum terus berjalan serta menegaskan komitmennya untuk memburu sisa anggota komplotan dan penadah barang hasil kejahatan tersebut.











