ADAKITANEWS, Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mengadakan kegiatan Eduspoor bersama para peserta didik SLB B-C Putera Bangsa guna mengenalkan dunia perkeretaapian serta memberikan pemahaman mengenai layanan dan keselamatan perjalanan kereta api.
Dalam acara tersebut, para siswa memperoleh edukasi tentang perkeretaapian serta diperkenalkan dengan berbagai profesi petugas kereta api, termasuk tugas dan peran petugas loket dalam melayani pelanggan.
Peserta juga diberikan kesempatan secara langsung untuk mempraktikkan proses pencetakan tiket melalui loket box agar dapat memahami proses pelayanan di stasiun secara interaktif.
Selain pengenalan industri kereta api, KAI Daop 7 Madiun menyosialisasikan pentingnya keselamatan perjalanan kereta api yang mencakup kepatuhan terhadap arahan petugas, ketertiban di area stasiun, penjagaan batas aman di peron, serta pencegahan aktivitas berbahaya di lingkungan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari menyampaikan bahwa edukasi keselamatan memegang peranan krusial dalam program Eduspoor karena faktor keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.
“Melalui Eduspoor, kami tidak hanya mengenalkan kereta api dan berbagai profesi di dalamnya, tetapi juga mengajak peserta didik untuk memahami pentingnya keselamatan. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal bagi mereka ketika menggunakan kereta api maupun saat berada di lingkungan perkeretaapian,” ujar Tohari.
Ia menilai bahwa edukasi keselamatan perlu dijalankan secara berkelanjutan dengan metode yang selaras dengan karakter peserta didik, di mana pendekatan interaktif dinilai efektif dalam membantu peserta menyerap pesan keselamatan dengan lebih mudah.
“Kami ingin keselamatan disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Anak-anak dapat belajar sambil bermain, mencoba langsung, sekaligus mengenal aturan yang harus dipatuhi ketika berada di stasiun dan menggunakan kereta api,” tambahnya.
Di sisi lain, KAI Daop 7 Madiun mencatat bahwa program Eduspoor terus memperoleh sambutan positif dari berbagai institusi pendidikan, termasuk sekolah luar biasa, dengan catatan partisipasi sebanyak 5.732 peserta dari 59 sekolah terhitung hingga Triwulan III 2026.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, para siswa diharapkan mampu memperluas wawasan seputar dunia perkeretaapian dan profesi petugas, di samping menanamkan kesadaran mengenai pentingnya aspek keselamatan, kedisiplinan, serta ketertiban dalam memanfaatkan moda transportasi kereta api.
KAI Daop 7 Madiun turut menegaskan komitmennya untuk konsisten menghadirkan program edukasi perkeretaapian yang bersifat inklusif, ramah, menyenangkan, serta berfokus penuh pada keselamatan.(*)











