ADAKITANEWS, Kediri – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mengintensifkan pengawasan aspek keselamatan serta kenyamanan operasional kereta api lewat agenda cek lintas menggunakan lori dresin. Kegiatan peninjauan tersebut dikomandoi langsung oleh Vice President KAI Daop 7 Madiun Ali Afandi bersama jajaran manajemen dengan rute dari Stasiun Kediri sampai Stasiun Tulungagung.
Pelaksanaan cek lintas ini ditujukan untuk memvalidasi keandalan fasilitas sarana dan prasarana perkeretaapian sekaligus memantau tingkat kesiapan para petugas di lapangan secara langsung. Agenda rutin tersebut turut melibatkan para Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) wilayah Kediri dan Tulungagung.
Ali Afandi menjelaskan bahwa kegiatan cek lintas ini merupakan bagian dari langkah proaktif manajemen dalam menjamin seluruh prosedur operasional di lapangan telah mematuhi standar keselamatan yang digariskan.
“Cek lintas ini menjadi kesempatan bagi kami untuk melihat secara langsung kondisi jalur, prasarana, maupun kesiapan petugas di lapangan. Keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya ditentukan oleh kondisi sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kesiapan dan kedisiplinan seluruh petugas yang menjalankan tugasnya,” ujar Ali.
Di sela-sela kegiatan, tim manajemen turun tangan memeriksa performa serta kesiapsiagaan para operator prasarana yang sedang bertugas, yang meliputi Petugas Jaga Perlintasan (PJL), Pengawas Peron (PAP), hingga Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA).
Tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, pihak KAI Daop 7 Madiun juga memberikan perhatian serius terhadap aspek kesehatan para pegawai. Tim medis dari Klinik Mediska dikerahkan untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi setiap petugas yang dijumpai sepanjang rute cek lintas.
Pemeriksaan kesehatan tersebut mencakup pengecekan tekanan darah, kadar kolesterol, asam urat, gula darah, tes kadar alkohol, hingga pengukuran saturasi oksigen tubuh. Langkah preventif ini ditempuh untuk memastikan kondisi fisik para petugas benar-benar prima saat mengemban tugas krusial yang bersentuhan langsung dengan keselamatan perjalanan kereta.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari menegaskan bahwa faktor kesiapan personel memegang porsi yang sangat vital dalam mewujudkan ekosistem transportasi kereta api yang aman dan nyaman.
“Petugas di lapangan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Karena itu, selain memastikan keandalan sarana dan prasarana, kami juga perlu memastikan para petugas dalam kondisi sehat, siap, dan fokus dalam menjalankan tugasnya,” kata Tohari.
Di samping itu, Tohari menyebutkan bahwa agenda cek lintas berfungsi sebagai wadah komunikasi interaktif antara jajaran pimpinan dan pegawai di lini operasional. Segala temuan di lapangan dapat langsung dihimpun menjadi bahan evaluasi untuk ditindaklanjuti secara cepat.
Setibanya rombongan di Stasiun Tulungagung, agenda langsung disambung dengan sesi evaluasi serta ruang diskusi bersama para KUPT dari wilayah Kediri dan Tulungagung. Forum ini dimanfaatkan untuk membedah kondisi riil di lapangan, memetakan potensi risiko, serta merumuskan langkah mitigasi guna mendongkrak keandalan sistem.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap detail yang berkaitan dengan keselamatan mendapatkan perhatian. Harapannya, seluruh pelanggan dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tenang. Bagi KAI, keselamatan bukan hanya sebuah prosedur, tetapi merupakan tanggung jawab yang harus dijaga bersama,” tutup Tohari.
Jajaran KAI Daop 7 Madiun senantiasa berkomitmen untuk menjalankan fungsi pengawasan, evaluasi, serta perbaikan secara berkesinambungan, baik terhadap aspek sarana, prasarana, maupun kualitas sumber daya manusia demi menyuguhkan pelayanan terbaik bagi para pelanggan.(*)











