ADAKITANEWS, Kediri – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Kediri melakukan pembinaan terhadap Perpustakaan Pondok Pesantren Wali Barokah, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan tata kelola perpustakaan sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kota Kediri.
Kunjungan tersebut disambut jajaran pengurus Pondok Pesantren Wali Barokah. Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah, H. Agung Riyanto, mengapresiasi perhatian Disarpus terhadap pengembangan fasilitas literasi di lingkungan pesantren.
“Kami berharap keberadaan Perpustakaan Ponpes Wali Barokah ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung proses pembelajaran para santri, sekaligus memberikan manfaat literasi bagi masyarakat secara umum,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Ponpes Wali Barokah, Daud Soleh, menjelaskan bahwa pesantren juga menaungi lembaga pendidikan formal mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA. Karena itu, pihaknya berharap kerja sama dengan Disarpus Kota Kediri terus diperkuat untuk meningkatkan minat baca peserta didik sejak usia dini.
“Kami sangat membutuhkan kerja sama dengan Disarpus, terutama dalam memicu minat baca anak-anak sejak dini. Selain itu, kami memiliki agenda besar pada bulan Agustus mendatang dan berharap Disarpus dapat berpartisipasi dengan menghadirkan layanan armada perpustakaan keliling di tempat kami,” ungkapnya.
Sekretaris Disarpus Kota Kediri, Adi Wicaksono, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memberikan pembinaan teknis terhadap perpustakaan khusus, termasuk perpustakaan di lingkungan pondok pesantren yang jumlahnya masih terbatas di Kota Kediri.
Menurutnya, pengelolaan koleksi buku yang baik serta pencatatan data pengunjung secara tertib menjadi faktor penting dalam mendukung penilaian indeks literasi di tingkat nasional.
“Masalah utama yang membuat nilai literasi kita belum optimal di tingkat nasional adalah kurangnya pengiriman data. Banyak kegiatan literasi berjalan lancar di lapangan, tetapi karena tidak tercatat secara administratif, akhirnya nilainya dianggap nol. Oleh karena itu, penting sekali menerapkan prinsip ‘tulis yang kamu kerjakan, dan kerjakan yang kamu tulis’ melalui pendataan pengunjung yang tertib,” jelasnya.
Adi menambahkan, Disarpus siap memberikan pendampingan kepada pengelola perpustakaan, mulai dari pengklasifikasian dan pelabelan koleksi hingga integrasi data buku melalui sistem otomatisasi berbasis aplikasi Arpus Space dan INLIS Lite.
Selain itu, Disarpus juga akan menyediakan akses QR Code koleksi digital Perpustakaan Nasional dan perpustakaan daerah, serta memfasilitasi peminjaman paket buku dengan tema yang disesuaikan dengan kebutuhan para santri.
Untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, Disarpus menyarankan pengelola perpustakaan menciptakan suasana yang ramah, menerapkan aturan yang tidak terlalu kaku, serta menata sistem pencarian buku agar lebih mudah diakses.
Melalui sinergi tersebut, Disarpus berharap budaya membaca di lingkungan Pondok Pesantren Wali Barokah semakin berkembang sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat di Kota Kediri.(*)











