ADAKITANEWS, Trenggalek – Kabupaten Trenggalek mendapat kunjungan istimewa dari delegasi asal Korea Selatan yang terdiri atas akademisi Jeonbuk National University serta agen kerja sama internasional. Kedatangan rombongan ini bertujuan untuk menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
Kunjungan yang berlangsung selama dua hari tersebut dipimpin langsung oleh Prof. Kyungyon Moon. Selama di Trenggalek, delegasi terkesan dengan keindahan alam serta berbagai gagasan visioner yang diinisiasi oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, atau yang akrab disapa Mas Ipin.
Prof. Kyungyon Moon memuji kebijakan pelestarian lingkungan dan perlindungan wilayah pesisir serta mangrove yang diterapkan di Trenggalek. Menurutnya, langkah progresif tersebut jarang ditemukan di tingkat daerah dan biasanya hanya diinisiasi oleh negara-negara maju di tingkat pusat.
“Saya pikir daerah ini sangat damai dan ramah lingkungan. Perlindungan wilayah pesisirnya sangat mengesankan, dan Bupati Anda adalah pemimpin yang visioner. Ide-ide maju dan pionir seperti ini sudah diterapkan di sini dan membuat suatu kemajuan yang luar biasa,” ujar Kyungyon Moon di Gedung Smart Center Trenggalek.
Melihat potensi tersebut, pihak Jeonbuk National University menyatakan ketertarikannya untuk merancang program pemberdayaan pemuda dan mahasiswa, termasuk membuka peluang beasiswa dan pelatihan bagi pelajar berprestasi asal Trenggalek.
“Saya ingin menerima lebih banyak mahasiswa dari Trenggalek dan memikirkan proyek kerja sama di masa depan. Jika Anda mengirimkan mahasiswa bermotivasi tinggi, kami akan menggabungkan mereka ke dalam program kami agar kelak dapat mendedikasikan diri untuk pembangunan daerah,” tambahnya.
Selama dua hari lawatannya, Mas Ipin mendampingi langsung para tamu meninjau kawasan pesisir selatan, menikmati jamuan makan malam di Hutan Kota Trenggalek dengan suguhan musik gamelan dan Tari Gambyong, serta memaparkan sejumlah inovasi daerah.
Di hadapan delegasi Korsel, Bupati Mas Ipin memaparkan berbagai program unggulan, seperti penguatan BAZNAS melalui zakat dan infak ASN untuk pengentasan kemiskinan, Posko Gerakan Cepat Tanggap (GERTAK), Rumah Perempuan untuk perlindungan kelompok rentan, hingga inovasi lokal berupa mesin penangkap uap air pencegah kekeringan dan alat peringatan dini kebencanaan.











