ADAKITANEWS, Jombang – Sejumlah komunitas gereja di Kabupaten Jombang menyiapkan fasilitas rumah singgah gratis bagi peserta maupun tamu yang akan menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas. Penyediaan akomodasi ini merupakan bentuk sinergi lintas iman dalam mendukung suksesnya agenda nasional tersebut.
Inisiatif pengadaan rumah singgah digagas oleh Jaringan NU Kultural (JANUR) Jombang yang berkolaborasi dengan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jombang, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jombang, serta Badan Kerja Sama Antar Gereja (BAMAG) Jombang.
Koordinator JANUR Jombang Aan Anshori menyampaikan bahwa penyediaan akomodasi cuma-cuma ini menjadi bukti kepedulian warga lintas agama dalam menyambut kedatangan para tamu dari berbagai pelosok negeri ke Kabupaten Jombang.
“Upaya ini merupakan bentuk kontribusi nyata komunitas gereja di Jombang untuk memberikan kemudahan bagi siapa saja yang berkehendak baik menyukseskan Muktamar NU ke-35,” kata Aan Anshori, Selasa (18/8/2026).
Pihak panitia lintas iman telah menyiapkan tiga titik lokasi rumah singgah dengan daya tampung yang beraneka ragam. Tempat pertama berlokasi di Guest House GKJW Jombang, Jalan Adityawarman Nomor 1, tepat di sisi barat Pasar Pon.
Fasilitas Guest House GKJW menyediakan 10 unit tempat tidur. Area ini terbilang strategis karena hanya berjarak sekitar 500 meter dari Stasiun Jombang dan Alun-alun Jombang, serta berjarak 4 hingga 5 kilometer dari pusat kegiatan muktamar di Tambakberas. Calon penginap dapat menghubungi narahubung Kung Sholeh untuk proses koordinasi.
Lokasi kedua bertempat di Guest House Pastori GKI Jombang, Jalan Tugu Gang III, yang berada di belakang RSIA Muslimat Jombang. Penginapan ini sanggup menampung hingga empat orang dengan jarak sekitar tiga kilometer dari lokasi utama muktamar.
Prosedur penggunaan tempat ini dapat dikonfirmasikan melalui Pdt. Diah K Nuraini.
Adapun lokasi ketiga bertempat di Guest House BAMAG Jombang yang berlokasi di Dusun Weru, Desa Mojongapit. Tempat ini menjadi opsi dengan daya tampung terbesar karena mampu mengakomodasi hingga 20 orang.
Jarak Guest House BAMAG terbilang dekat, yakni hanya sekitar satu kilometer dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
“Untuk penggunaan rumah singgah BAMAG, calon tamu dapat berkoordinasi dengan Pdt. Kristian Muskanan,” ungkap Aan.
Aan menerangkan bahwa fasilitas rumah singgah terbuka lebar bagi beragam pihak dari luar daerah, mulai dari elemen aktivis, insan pers, peneliti, kalangan akademisi, hingga para penggembira muktamar.
Penentuan lokasi penginapan dilakukan dengan mempertimbangkan kemudahan akses menuju pusat pertokoan, sarana transportasi umum, tempat ibadah, kuliner lokal, hingga jangkauan transportasi daring.
Apabila para calon tamu menemui hambatan saat mengurus koordinasi akomodasi, tim JANUR Jombang bersiap membantu menghubungkan penginap dengan para pengelola lokasi.
Aan menegaskan bahwa pengadaan tempat tinggal gratis ini menjadi potret nyata harmonisasi kehidupan bermasyarakat antarumat beragama di Kabupaten Jombang. Langkah ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dapat melampaui sekat-sekat perbedaan keyakinan.
“Gerakan bersama ini menjadi cerminan nyata dari semangat kebangsaan yang menegaskan posisi Jombang sebagai Kota Santri sekaligus Kota Toleransi,” tutup Aan.(*)











