ADAKITANEWS, Kediri – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meninjau langsung pelaksanaan revitalisasi Gedung TK Dharma Wanita Tempurejo I, Rabu (22/7/2026). Proyek perbaikan sarana pendidikan tersebut merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang didanai oleh pemerintah pusat.
Pekerjaan fisik mencakup perbaikan ruang kelas, ruang guru, hingga penataan area lingkungan sekolah. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan seluruh alur pembangunan berjalan sesuai jadwal dan memenuhi standar mutu mutu bangunan.
Vinanda menekankan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai menjadi pondasi utama untuk menunjang kegiatan belajar mengajar serta tumbuh kembang anak usia dini.
“Semua sekolah tentu menjadi perhatian pemerintah. Kita dapat masukan bahwa TK Dharma Wanita Tempurejo ini sudah tidak layak dan kita ingin meninjau progres pembangunannya. Targetnya di bulan Oktober pembangunan ini sudah selesai,” kata Vinanda.
Ia menambahkan, sinergi erat antara pemerintah pusat dan daerah merupakan kunci utama percepatan pemerataan sarana pendidikan. Pemerintah Kota Kediri berkomitmen terus mengawal proyek ini hingga rampung agar gedung dapat segera difungsikan secara optimal.
“Alhamdulillah kami didukung dari pemerintah pusat. Kami bersyukur sekali. Dengan adanya kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah tentunya proses pendidikan akan berjalan optimal,” ujar Vinanda.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan Kota Kediri Sulthon menerangkan bahwa kondisi fisik TK Dharma Wanita Tempurejo I sebelumnya tergolong rusak berat. Kebocoran atap saat musim hujan berulang kali mengganggu kenyamanan dan efektivitas belajar siswa.
Berdasarkan hasil survei dan verifikasi lapangan oleh kementerian terkait, tingkat kerusakan sarana fisik di lokasi tersebut menyentuh angka 70 persen sehingga diprioritaskan mendapat bantuan perbaikan.
“Di Kota Kediri untuk jenjang TK dan PAUD yang kami usulkan ada 23 titik dan per bulan ini yang sudah terealisasi ada tujuh sekolah. Selain dari anggaran pusat, daerah juga menganggarkan empat titik lokasi TK yang kondisinya rusak parah,” kata Sulthon.
Sulthon memaparkan, sejumlah usulan sekolah lainnya mengalami tingkat kerusakan sekitar 40 persen sehingga belum masuk skala prioritas utama. Setiap awal tahun, Dinas Pendidikan Kota Kediri rutin melakukan pemetaan sarana sekolah berdasarkan tingkat kerusakan ringan, sedang, hingga berat untuk kemudian diajukan perbaikannya lewat APBD maupun dana pusat.
Sementara itu, Kepala TK Dharma Wanita Tempurejo I Ani menyampaikan rasa syukur atas realisasi perbaikan gedung sekolahnya. Sebelum direvitalisasi, kondisi bangunan dinilai memprihatinkan karena atap yang bocor serta dinding rusak yang terpaksa ditutupi hiasan dinding.
“Alhamdulillah sekali bisa diperbaiki karena gedung sekolah ini memang tidak layak. Senang sekali hari ini ditinjau oleh Mbak Wali. Di mana ini menjadi lentera motivasi untuk menyalakan semangat bagi kami para pendidik,” kata Ani.(*)











