ADAKITANEWS, Kediri – Suasana haru dan bangga mewarnai kegiatan Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri, Senin (13/7/2026). Momentum dimulainya sistem pendidikan berasrama atau boarding school bagi jenjang SD, SMP, hingga SMA ini disambut antusias oleh para orang tua yang mengantarkan anak-anak mereka memasuki lingkungan sekolah yang baru.
Program Sekolah Rakyat yang merupakan inisiatif Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial bersama Pemerintah Kota Kediri tersebut dinilai menjadi peluang emas bagi anak-anak untuk memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik tanpa perlu terkendala keterbatasan ekonomi keluarga.
Salah seorang wali murid jenjang Sekolah Dasar, Sri Hartatik, mengaku sangat bersyukur putranya dapat menjadi bagian dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri. Menurutnya, kelengkapan fasilitas yang disediakan memberikan harapan baru bagi masa depan buah hatinya.
“Sebagai orang tua, melihat anak saya bisa masuk ke sekolah dengan fasilitas selengkap ini adalah berkah yang luar biasa. Jujur ada rasa haru saat melepasnya tinggal di asrama hari ini, tetapi rasa bangga saya jauh lebih besar. Kami sangat terbantu karena semua fasilitas dan seragam diberikan gratis. Saya percaya, di bawah bimbingan para guru dan asrama yang aman ini, anak saya tidak hanya belajar akademik tetapi juga kemandirian sejak dini,” ujar Sri Hartatik.
Hal senada juga diutarakan oleh Soni, orang tua siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama. Ia menilai Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan gratis, tetapi juga membuka ruang selebar-lebarnya bagi peserta didik untuk mengembangkan minat dan bakat individu.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen Wali Kota Kediri dan seluruh pihak yang mewujudkan sekolah ini. Di usia SMP, anak-anak sedang mencari jati diri dan potensi mereka. Mengetahui bahwa sekolah ini tidak hanya menggratiskan biaya tetapi juga memfasilitasi bakat anak di bidang musik hingga olahraga, membuat kami sebagai orang tua merasa tenang dan bangga. Ini adalah investasi masa depan yang nyata bagi anak kami untuk meraih cita-citanya setinggi langit,” kata Soni.
Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri telah menjadi tempat belajar bagi 192 peserta didik asal Kota Kediri yang terdistribusi di jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain itu, lembaga pendidikan berasrama ini juga menerima 30 peserta didik titipan dari Kabupaten Mojokerto khusus untuk jenjang SMP.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri bersama Kementerian Sosial berkomitmen penuh memastikan operasional sekolah berjalan optimal agar seluruh peserta didik memperoleh layanan pendidikan serta pengasuhan yang layak.
Sebagai wujud dukungan konkret, pemerintah daerah telah menyiapkan 37 guru tamu dari Dinas Pendidikan Kota Kediri serta 28 tenaga kependidikan. Tenaga pendamping asrama tersebut direkrut dari unsur eks-pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk mengawal proses adaptasi siswa selama menetap di lingkungan asrama.
“Pemerintah Kota Kediri berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh anak-anak kita yang ada di asrama ini mendapatkan hak pendidikan dan pengasuhan yang layak. Kami tidak hanya menyiapkan fasilitas fisik yang saat ini sudah mencapai 94 persen, tetapi juga memastikan kehadiran tenaga pengajar dan pendamping yang kompeten. Penjaringan siswa baru pun masih terus kami lakukan di lapangan hingga masa MPLS berakhir agar tidak ada satu pun anak yang tertinggal untuk meraih masa depan yang cerah,” ujar Imam Muttakin.(*)











