ADAKITANEWS, Kediri – Pemerintah Kota Kediri melalui Kelurahan Ngampel bekerja sama dengan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Media Warga menyelenggarakan sosialisasi pemanfaatan media sosial secara bijak bagi kalangan pelajar dan mahasiswa. Kegiatan edukatif ini dilangsungkan di Gedung Serbaguna Kelurahan Ngampel, Selasa (7/7/2026), dengan mengoptimalkan momentum liburan sekolah guna mendongkrak kecakapan literasi digital sekaligus membentuk etika bermedia sosial yang bertanggung jawab.
Para peserta yang terdiri atas murid sekolah dasar hingga kalangan mahasiswa diberikan pemahaman mendalam seputar tata krama di dunia maya, metode memvalidasi kebenaran informasi, hingga antisipasi terhadap ancaman penyebaran berita bohong. Seluruh materi pembelajaran tersebut dipaparkan langsung oleh instruktur dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kediri.
Salah seorang peserta, Fani Nurhidayah, memberikan apresiasi tinggi terhadap topik yang diangkat dalam sosialisasi tersebut karena dinilai sangat lekat dengan pola hidup generasi muda saat ini.
“Materi ini sangat relevan dengan generasi muda yang saat ini lebih banyak menghabiskan waktu luangnya untuk berselancar di media sosial daripada melakukan aktivitas lain,” kata Fani.
Fani berpendapat bahwa edukasi ini sukses memberikan panduan bagi para peserta dalam memilah konten yang edukatif, membentengi diri dari hoaks, serta memfungsikan media sosial secara cerdas. Ia pun menaruh harapan agar kaum muda bisa lebih disiplin dalam membagi waktu bersosial media supaya tidak mengganggu konsentrasi belajar.
Di samping itu, ia menyerukan kepada sesama pelajar agar senantiasa mengedepankan sikap kritis dalam menyerap ragam informasi di jagat maya, serta tidak latah mengikuti tren digital yang tidak mendatangkan manfaat positif.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan KIM Media Warga, Aldo, menguraikan bahwa pesatnya penetrasi media sosial ibarat pisau bermata dua yang membawa dampak positif sekaligus negatif, sehingga menuntut kecerdasan dari para penggunanya.
Melalui inisiasi forum ini, Aldo menginginkan generasi muda memiliki ketajaman dalam memisahkan antara fakta yang valid dengan jurnalisme palsu atau hoaks yang berseliweran di linimasa.
Ia memaparkan bahwa KIM Media Warga sejauh ini konsisten mengawal publikasi ragam agenda pembangunan daerah lewat optimalisasi platform digital, seperti mengelola akun Instagram dan Facebook resmi milik Kelurahan Ngampel. Strategi ini dijalankan agar publik bisa lebih cepat dan mudah dalam mengakses informasi mengenai program kerja Pemerintah Kota Kediri.
“Kita juga melakukan pendekatan ke masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh konten-konten provokatif di media sosial yang berpotensi memicu perpecahan,” ujarnya.
Lurah Ngampel, Subagya, menilai bahwa masa liburan sekolah menjadi momentum yang paling ideal untuk menyuguhkan kegiatan instruktif, sehingga para siswa dapat mengisi waktu senggang mereka dengan aktivitas yang produktif.
“Anak-anak sekarang tidak bisa lepas dari media sosial. Untuk itu mereka perlu dibekali kemampuan menggunakan media sosial secara bijak agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar,” tutur Subagya.
Menurut pandangan Subagya, penguasaan literasi digital telah menjelma sebagai salah satu kompetensi dasar yang wajib dikuasai oleh generasi penerus. Dengan menggandeng pemateri kompeten dari Diskominfo Kota Kediri, ia optimistis para peserta bisa mengadopsi pemahaman baru mengenai kegunaan media sosial sebagai instrumen belajar, berinteraksi, sekaligus melahirkan karya-karya kreatif yang bernilai positif.(*)











