adakita.news
Advertisement
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
No Result
View All Result
Home Opini

Pengamat Soroti Kritik Ari Yusuf Amir yang Dinilai Bangun Persepsi Negatif terhadap Penegakan Hukum

Rochmatullah KurniawanbyRochmatullah Kurniawan
28 Mei 2026
Pengamat Soroti Kritik Ari Yusuf Amir yang Dinilai Bangun Persepsi Negatif terhadap Penegakan Hukum

Baca Juga

PWI Pusat Cabut Laporan Usai Hotman Paris Sampaikan Permohonan Maaf, Sufmi Dasco Jadi Mediator

Pasca Kasus Hukum, Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko Minta Jajaran Fokus Pelayanan dan Rebut Kepercayaan Publik

Perkuat Kebijakan Berbasis Data, Mbak Wali Teken Kerja Sama Tri Dharma dengan Perguruan Tinggi

PENGAMAT sekaligus Akademisi Hukum Kebijakan Publik, Kurnia Saleh, menilai kritik yang disampaikan pengacara Ari Yusuf Amir terkait penyelamatan keuangan negara melalui Satgas PKH berpotensi membangun persepsi negatif masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Menurutnya, narasi yang terus menggiring opini publik untuk meragukan aparat penegak hukum dapat memunculkan distrust atau ketidakpercayaan terhadap institusi negara.

Kurnia menilai substansi utama penegakan hukum tidak hanya diukur dari besarnya nominal uang negara yang berhasil diselamatkan, tetapi juga menyangkut upaya membangun kewibawaan hukum, efek jera bagi pelaku korupsi, serta perlindungan hak masyarakat luas.

Ia menyebut penegakan hukum harus dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga moralitas konstitusi dan keadilan sosial.

“Hukum tidak boleh direduksi menjadi sekadar kalkulator yang menghitung berapa triliun uang diselamatkan. Negara hukum berdiri di atas moralitas konstitusi, efek jera, dan keadilan sosial. Kalau semua hanya diukur dari angka, maka hukum kehilangan ruh etiknya,” ujar Kurnia dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Menurut Kurnia, langkah pemerintah bersama aparat penegak hukum saat ini menunjukkan adanya paradigma baru penegakan hukum yang lebih tegas dan berdaulat.

Pemerintah dinilai ingin membangun pesan kuat bahwa praktik korupsi dan penyalahgunaan bantuan sosial tidak lagi dapat diselesaikan hanya melalui pengembalian kerugian negara semata.

“Pemerintahan Presiden Prabowo sedang membangun pesan kuat bahwa korupsi, mafia anggaran, dan penyalahgunaan bantuan sosial bukan lagi kejahatan yang bisa dinegosiasikan hanya dengan pengembalian uang,” katanya.

Ia juga menyoroti pola komunikasi sebagian praktisi hukum yang menurutnya kerap membangun framing bahwa aparat dan pemerintah selalu berada di pihak yang salah.

Menurutnya, masyarakat perlu lebih cermat membedakan kritik yang konstruktif dengan narasi yang justru berpotensi merusak kepercayaan terhadap negara hukum.

“Kritik tentu sehat dalam demokrasi. Tetapi publik harus cerdas membedakan kritik konstruktif dan propaganda distrust. Kalau narasi yang dibangun terus-menerus adalah aparat salah, pemerintah jahat, dan penegakan hukum selalu dicurigai, maka yang dirusak bukan hanya pemerintah, tetapi legitimasi negara hukum itu sendiri,” tegasnya.

Kurnia menilai pola serupa sering muncul dalam berbagai perkara besar nasional, termasuk isu yang menyeret nama Nadiem Makarim. Ia menyebut proses hukum kerap dibingkai sebagai kriminalisasi atau politisasi sebelum pembuktian dilakukan di pengadilan.

“Dalam negara hukum modern, ruang pembuktian ada di pengadilan, bukan di panggung opini digital. State of law diuji di ruang sidang, bukan di timeline media sosial,” ujarnya.

Secara filosofis, Kurnia menyebut fenomena tersebut sebagai bentuk pseudo moral superiority, yakni narasi yang tampil seolah paling objektif dan paling membela rakyat, tetapi secara perlahan justru mengikis kepercayaan publik terhadap institusi negara.

“Satirnya sederhana. Ketika negara mulai tegas kepada koruptor, tiba-tiba ada yang paling khawatir terhadap hak-hak pelaku. Tetapi bertahun-tahun diam terhadap hak rakyat kecil yang dirampas akibat korupsi,” sindirnya.

Ia menegaskan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan dukungan terhadap penegakan hukum yang berintegritas dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. Menurutnya, bangsa ini memerlukan keberanian untuk membersihkan sistem, bukan membangun sinisme tanpa solusi nyata.

“Yang dibutuhkan rakyat hari ini adalah dukungan terhadap penegakan hukum yang berintegritas dan berpihak pada kepentingan rakyat luas, bukan narasi yang terus menggiring masyarakat untuk curiga kepada negaranya sendiri,” pungkasnya.(*)

Tags: Ari Yusuf AmirBerita NasionalDistrustKebijakan PublikKorupsiKurnia SalehPenegakan HukumSatgas PKHState of Law

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending Minggu Ini

Turnamen Bola Voli Desa Brenggolo Jadi Ajang Penjaringan Atlet Lokal

Turnamen Bola Voli Desa Brenggolo Jadi Ajang Penjaringan Atlet Lokal

4 Oktober 2026
Golkar Kediri Bagikan Paket Minyak Goreng dan Telur untuk Warga Puncu, Pererat Silaturahmi Lewat Makan Bersama

Golkar Kediri Bagikan Paket Minyak Goreng dan Telur untuk Warga Puncu, Pererat Silaturahmi Lewat Makan Bersama

6 Oktober 2026
Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

2 September 2026
Aksi Blusukan Trail Kuning Cak Hadi Temui Warga Puncu Sambil Bagikan Sembako

Aksi Blusukan Trail Kuning Cak Hadi Temui Warga Puncu Sambil Bagikan Sembako

4 Oktober 2026
Presiden Prabowo Lantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian Baru

Presiden Prabowo Lantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian Baru

1 Oktober 2026

Untuk Anda

Pemkab Jombang Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Aman Jelang Nataru
Ekonomi

Pemkab Jombang Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Aman Jelang Nataru

13 Desember 2025
Mbak Wali Hadiri Silaturahmi Kwarcab Pramuka Kediri: Tekankan Pembentukan Karakter dan Pencegahan Narkoba
Nasional

Mbak Wali Hadiri Silaturahmi Kwarcab Pramuka Kediri: Tekankan Pembentukan Karakter dan Pencegahan Narkoba

8 Maret 2026
adakita.news

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer/Klausula
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026