ADAKITANEWS, Tulungagung – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun meminta para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintas di Jalan Nasional III, Kelurahan Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Hal ini menyusul dimulainya proyek pemeliharaan geometri rel di perlintasan sebidang JPL No. 214 di kawasan tersebut.
Proses pengerjaan fisik ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari pada malam hari, dimulai Senin (25/5/2026) pukul 20.00 WIB hingga Selasa (26/5/2026) pukul 05.00 WIB. Langkah ini diambil demi menjamin keamanan perjalanan kereta api sekaligus kenyamanan para pengendara yang melintas.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa kepadatan arus lalu lintas di perlintasan Rejotangan membuat struktur jalur rel memerlukan penataan ulang secara berkala agar kondisinya tetap kokoh.
“Perlintasan sebidang merupakan titik pertemuan yang krusial. Perawatan geometri rutin oleh tim Jalan Rel dan Jembatan sangat penting untuk menjaga keamanan lintasan sekaligus meminimalkan risiko gangguan perjalanan,” ujar Tohari.
Mengingat adanya potensi kepadatan arus kendaraan selama proyek berjalan, KAI Daop 7 Madiun menyarankan masyarakat untuk memilih rute alternatif. Himbauan ini terutama ditujukan bagi kendaraan berukuran besar atau pengendara yang sedang mengejar waktu perjalanan.
Bagi masyarakat yang tetap harus melewati jalur tersebut, diharapkan dapat menurunkan laju kendaraan dan meningkatkan kewaspadaan. Sebab, keberadaan material bangunan dan perubahan kontur permukaan jalan berpotensi mengganggu kenyamanan berkendara. Pengguna jalan juga diminta untuk selalu mengikuti petunjuk dari petugas di lapangan serta rambu lalu lintas yang telah dipasang.
Proyek di JPL No. 214 ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang KAI Daop 7 Madiun dalam merawat sarana dan prasarana transportasi. Sepanjang tahun 2026, pihak KAI menargetkan pemeliharaan serupa pada 92 titik perlintasan sebidang lainnya. Untuk kawasan Rejotangan sendiri, pengerjaan tahap berikutnya akan dilanjutkan pada Selasa (26/5/2026) malam hingga Rabu (27/5/2026) pagi di jam yang sama.
“Keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan adalah prioritas utama kami. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat aktivitas pengerjaan ini dan berterima kasih atas pengertian serta kerja sama masyarakat,” tutup Tohari.(*)











