ADAKITANEWS, Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun konsisten membangun kesadaran bertransportasi aman melalui program Eduspoor yang menyasar generasi muda. Kegiatan edukasi ini digelar secara maraton selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (14–16 April 2026), dengan melibatkan ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Sebanyak 431 peserta dari MIN 3 Ponorogo, KB TK Aisyiyah 3 Kota Madiun, dan SDIT An-Nur Walikukun berkesempatan mengenal lebih dekat dunia perkeretaapian. Selain melihat operasional stasiun, poin krusial yang ditekankan dalam pertemuan ini adalah aspek keamanan dan keselamatan di sekitar jalur baja.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyatakan bahwa materi edukasi dirancang secara komprehensif mulai dari teknis layanan hingga aturan keselamatan. Siswa diajarkan cara memesan tiket melalui aplikasi resmi, prosedur boarding, hingga mengenal ragam profesi yang mendukung perjalanan kereta api.
Sosialisasi bahaya vandalisme menjadi perhatian utama, di mana para siswa diingatkan tentang risiko fatal dari pelemparan batu ke arah kereta yang sedang melaju. Petugas juga memberikan peringatan keras mengenai larangan bermain di sepanjang rel serta tata cara aman saat melintasi perlintasan sebidang.
“Kami mengambil langkah proaktif dengan merangkul sekolah-sekolah di sekitar jalur KA untuk menanamkan rasa memiliki terhadap sarana dan prasarana transportasi publik,” jelas Tohari.
Program Eduspoor dikemas dengan metode interaktif melalui sesi tanya jawab berhadiah guna memacu antusiasme para peserta didik. Melalui pendekatan yang bersahabat ini, informasi mengenai keselamatan diharapkan lebih mudah diserap dan dipraktikkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
KAI Daop 7 Madiun menetapkan ketentuan khusus bagi lembaga pendidikan yang ingin mengikuti program ini, seperti pelaksanaan terbatas pada hari kerja dan kuota peserta yang diatur secara profesional. Program ini terbuka bagi pelajar mulai dari tingkat PAUD hingga SMA sebagai upaya menciptakan ekosistem transportasi yang aman bagi semua lapisan masyarakat.
Tohari berharap para siswa yang telah mengikuti program ini dapat menjadi agen perubahan atau duta keselamatan di lingkungan keluarga masing-masing. Dengan sinergi antara perusahaan dan sektor pendidikan, risiko kecelakaan di jalur kereta api diharapkan dapat terus ditekan demi kelancaran perjalanan aset bangsa tersebut.(*)











