ADAKITANEWS, Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menggelar Webinar Kesehatan Series 7 guna membekali para pegawai dengan pengetahuan pencegahan nyeri punggung dan cedera kerja, Rabu (15/4/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam menekan angka risiko kecelakaan kerja akibat faktor ergonomi.
Webinar dibuka oleh dr. Kun Chyntia Mega Ningrum selaku Dokter Fungsional 3 KAI. Ia menekankan bahwa kesadaran akan kesehatan tulang belakang sangat krusial, mengingat aktivitas operasional kereta api sering kali melibatkan gerakan fisik yang repetitif maupun posisi duduk yang lama.
Narasumber utama, dr. Teddy Wijaya, Sp.An-TI, memaparkan secara mendalam mengenai anatomi nyeri punggung serta faktor risiko yang sering mengintai para pekerja. Ia menjelaskan bahwa gangguan pada tulang belakang tidak hanya disebabkan oleh beban berat, tetapi juga oleh postur tubuh yang salah saat bekerja dalam waktu lama.
Peserta diberikan panduan praktis mengenai tanda-tanda bahaya yang memerlukan penanganan medis segera. Diskusi berlangsung interaktif saat para pegawai berkonsultasi mengenai penerapan pola kerja ergonomis, seperti pengaturan posisi duduk dan teknik mengangkat beban yang benar untuk melindungi syaraf tulang belakang.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyatakan bahwa kesehatan karyawan adalah aset utama dalam menjaga kualitas pelayanan dan keselamatan perjalanan kereta api. Menurutnya, lingkungan kerja yang produktif hanya bisa tercipta jika setiap individu memiliki kebugaran fisik yang optimal.
“Kami berharap seluruh insan KAI semakin peduli terhadap kondisi tubuhnya sendiri. Dengan meminimalkan risiko cedera, kinerja operasional akan semakin meningkat dan keselamatan kerja tetap terjaga,” ungkap Tohari.
Melalui edukasi ini, KAI Daop 7 Madiun berkomitmen untuk terus membudayakan gaya hidup sehat dan standarisasi ergonomi di setiap unit kerja. Perusahaan optimis bahwa pemahaman yang baik mengenai kesehatan kerja akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup pegawai sekaligus efisiensi perusahaan.(*)











