ADAKITANEWS, Jakarta – Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Akmal Malik, menekankan pentingnya transformasi model dakwah dalam pembekalan Munas X LDII 2026, Selasa malam (7/4/2026).
Ia mendorong agar dakwah tidak lagi hanya dilakukan secara lisan, melainkan bergeser ke arah aksi nyata atau dakwah bil hal yang menyentuh persoalan masyarakat.
Salah satu bentuk dakwah produktif yang sangat relevan saat ini adalah melalui kolaborasi aktif dalam menjaga ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan hidup.
“Saya mengajak keluarga besar LDII melaksanakan dakwah melalui aksi nyata, seperti mengajak anak sekolah dan warga untuk gemar menanam,” ujar Akmal Malik.
Selain aspek lingkungan, Akmal juga menyoroti pentingnya jaminan kesejahteraan dan perlindungan sosial bagi para guru agama serta dai di daerah.
Ia mengajak organisasi kemasyarakatan berkolaborasi dengan pemerintah daerah guna memastikan para pendakwah mendapatkan perlindungan sosial yang layak dalam bertugas.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Ponpes Wali Barokah, Daud Soleh, menyatakan bahwa konsep dakwah lingkungan telah lama diterapkan melalui program Eco Pesantren.
Daud menjelaskan bahwa di Ponpes Wali Barokah, ribuan santri telah diedukasi bahwa mencintai lingkungan dan menjaga kebersihan adalah bagian dari iman.
Pesantren tersebut bahkan telah menerapkan sistem pengolahan sampah mandiri berbasis zero waste yang mampu menghasilkan pupuk organik berkualitas.
Pupuk hasil olahan sampah organik tersebut dimanfaatkan kembali untuk mendukung program kemandirian pangan di lingkungan internal pondok pesantren.
Senada dengan hal itu, Ketua LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan model dakwah produktif secara lebih luas.
“Konsep dakwah yang menyentuh aspek ekonomi dan lingkungan adalah kunci keberlanjutan organisasi ke depan,” tutur Agung Riyanto.
Sekretaris LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, menambahkan bahwa jaminan sosial bagi pendakwah merupakan langkah strategis yang perlu segera ditindaklanjuti.
Pihaknya berkomitmen mengupayakan agar para pejuang dakwah di tingkat akar rumput mendapatkan perlindungan sosial melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.
Akmal Malik berharap LDII dan pondok pesantren terus menjadi pelopor organisasi inovatif yang mendukung program strategis nasional berbasis kemandirian.(*)













