ADAKITANEWS, Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang resmi memulai pemetaan arah pembangunan tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD tingkat kecamatan. Bertempat di Pendopo Kecamatan Diwek pada Selasa (10/2/2026), forum ini menghimpun aspirasi dari empat kecamatan sekaligus, yakni Diwek, Jombang, Megaluh, dan Tembelang.
Wakil Bupati Jombang, Salmanudin, S.Ag., M.Pd. (Gus Salmanudin), hadir memimpin jalannya dialog didampingi Sekda Agus Purnomo dan jajaran kepala OPD. Dalam arahannya, Gus Salmanudin menegaskan pentingnya sinkronisasi antara kebutuhan masyarakat desa dengan kebijakan pemerintah pusat agar pembangunan berjalan tepat sasaran.
“Potensi daerah harus dimanfaatkan secara optimal melalui perencanaan yang terarah, sehingga Jombang tidak hanya menjadi daerah lintasan, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutur Gus Salmanudin.
Tema besar yang diusung untuk tahun 2027 adalah “Integrasi Pengembangan Industri dan Perdagangan dengan Sektor Primer”. Strategi ini menitikberatkan pada penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang terhubung langsung dengan industri pengolahan serta akses pasar digital.
Kepala Bapperida Jombang, Hartono, menjelaskan bahwa mulai tahun 2026, Pagu Indikatif Kewilayahan resmi beralih menjadi Prioritas Kecamatan. Setiap kecamatan mendapatkan alokasi sebesar Rp1 miliar untuk peningkatan jalan kabupaten dan Rp200 juta untuk pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU).
Rincian fokus di empat kecamatan tersebut meliputi peningkatan ruas Sidowareg–Puton di Diwek, rekonstruksi jalan perkotaan (Jl. Bromo, Jl. Bali, Jl. Brantas) di Kecamatan Jombang, penanganan ruas Dukuh Harum–Kedungrejo di Megaluh, serta pemerataan PJU di hampir seluruh desa di Kecamatan Tembelang.
Selain infrastruktur, Gus Salmanudin menyampaikan pesan Bupati Jombang Warsubi agar program daerah bersinergi dengan prioritas nasional Presiden RI Prabowo Subianto, seperti pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan Program Makan Bergizi Gratis. Di tingkat desa, kolaborasi diperkuat melalui program Desa Mantra (Maju dan Sejahtera) yang menyasar pembangunan berbasis RT/RW dan dasawisma.
Musrenbang ini diharapkan mampu menghasilkan program yang mencerminkan kebutuhan riil masyarakat demi mewujudkan visi “Jombang yang Maju dan Sejahtera untuk Semua.”(*)












