ADAKITANEWS, Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan perjalanan kereta api akibat longsor susulan di Km 32+2, petak jalan Stasiun Kalibaru (KBR)–Stasiun Mrawan (MRW), wilayah KAI Daop 9 Jember.
Peristiwa ini terjadi setelah KAI merampungkan penanganan gogosan tanah di petak Ledokombo–Sempolan. Laporan awal mengenai longsoran di lokasi baru tersebut diterima dari masinis KA Sritanjung pada pukul 11.05 WIB.
Petugas prasarana bersama tim teknis segera diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan material longsor serta melakukan perbaikan darurat. Proses penanganan diselesaikan pada pukul 14.10 WIB. Setelah inspeksi keselamatan, jalur dinyatakan aman dilalui kereta api dengan pembatasan kecepatan maksimal 20 kilometer per jam.
KA 160 Wijayakusuma relasi Ketapang–Cilacap menjadi kereta pertama yang melintasi lokasi pascapenanganan. Kereta tersebut diberangkatkan dari Stasiun Kalibaru pada pukul 14.12 WIB dengan keterlambatan 121 menit. Sementara itu, KA 7043A Sangkuriang relasi Ketapang–Bandung diberangkatkan dari Stasiun Ketapang sesuai jadwal pada pukul 15.00 WIB.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengapresiasi kesabaran para penumpang dan kerja keras petugas lapangan.
“Alhamdulillah, penanganan longsoran di Km 32+2 petak jalan Kalibaru–Mrawan telah selesai pada pukul 14.10 WIB. Setelah melalui pemeriksaan kondisi prasarana, jalur dinyatakan aman dan dapat kembali dilalui kereta api dengan pembatasan kecepatan maksimal 20 km/jam. KA pertama yang melintas adalah KA 160 Wijayakusuma pada pukul 14.12 WIB. Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian karena keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama,” ujar Tohari.
Meski prasarana telah beroperasi kembali, pihak KAI tetap menyiagakan personel di lokasi untuk melakukan pemantauan intensif guna memastikan stabilitas jalur.
Pantauan Pusat Pengendali Operasional Perjalanan KA (Pusdalopka) hingga pukul 15.17 WIB mencatat beberapa jadwal kereta api yang melintasi Daop 7 Madiun mengalami keterlambatan.
KA Logawa relasi Ketapang (Banyuwangi)–Madiun–Purwokerto tercatat masuk Stasiun Bangil pukul 14.31 WIB dengan keterlambatan 208 menit dan diperkirakan tiba di Stasiun Madiun pukul 18.35 WIB.
KA Sritanjung relasi Ketapang (Banyuwangi)–Madiun–Lempuyangan terpantau melintas langsung di Stasiun Arjasa pukul 15.05 WIB dengan keterlambatan 334 menit, dengan estimasi kedatangan di Stasiun Madiun pukul 22.33 WIB. Adapun KA 160 Wijayakusuma mengalami keterlambatan 121 menit.
KAI Daop 7 Madiun terus berkoordinasi lintas wilayah untuk mengurai keterlambatan dan mengimbau penumpang memantau pembaruan status perjalanan melalui aplikasi Access by KAI, Contact Center KAI 121, atau petugas di stasiun.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan perjalanan ini. Terima kasih atas kesabaran dan pengertian seluruh pelanggan. KAI akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api. Semangat kami adalah terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Tohari.(*)











