ADAKITANEWS, Kediri – Pemerintah Kota Kediri memperkuat kesiapsiagaan bencana dengan melibatkan relawan dan kalangan santri melalui kegiatan Sosialisasi Relawan dan Santri Peduli Bencana, Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Joyoboyo ini merupakan bentuk kolaborasi antara Komisi VIII DPR RI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta BPBD Kota Kediri.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan diikuti 110 peserta yang terdiri atas 80 santri, 20 personel BPBD Kota Kediri, serta 10 relawan.
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para peserta mengenai potensi ancaman bencana, langkah kesiapsiagaan, mitigasi risiko, hingga tata cara penanganan keadaan darurat. Relawan dan santri diharapkan dapat menerapkan pengetahuan tersebut untuk melindungi diri sendiri sekaligus membantu masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa bencana dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat perlu terus ditingkatkan melalui sosialisasi, edukasi, dan pelatihan berkesinambungan. Ia menegaskan, penanggulangan bencana memerlukan keterlibatan lintas sektor mengingat dampaknya yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa serta lingkungan.
“Kebencanaan ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Sehingga butuh kolaborasi semua pihak. Apabila relawan, santri, masyarakat, dan Pemerintah Kota Kediri siap, maka semua dapat diatasi,” ujar Vinanda yang akrab disapa Mbak Wali.
Anggota Komisi VIII DPR RI, K.H. An’im Falachuddin Mahrus, menjelaskan bahwa agenda ini memberikan edukasi penting kepada masyarakat mengenai pemeliharaan lingkungan dan langkah tepat saat menghadapi darurat bencana. Gus An’im juga berharap BNPB dapat memberikan perhatian khusus terhadap pemenuhan dan peremajaan peralatan operasional BPBD Kota Kediri.
“Alhamdulillah, mitra kami dari BNPB ini terbuka kepada Pemerintah Kota Kediri terkait peralatan yang dibutuhkan oleh BPBD. Ada beberapa peralatan yang perlu peremajaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelibatan santri menjadi langkah strategisingat Kota Kediri memiliki banyak pondok pesantren yang potensial diberdayakan dalam memperkuat kepedulian sosial dan penanganan bencana.
Sementara itu, Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB RI, Bambang Surya Putra, menilai tumbuh pesatnya investasi di Kota Kediri, termasuk hadirnya Bandara Dhoho, harus diimbangi dengan penguatan mitigasi kebencanaan agar wilayah tetap aman bagi warga maupun investor.
Ia juga menyoroti krusialnya manajemen logistik dalam penanganan masa darurat.
“Di dalam penanganan darurat bencana, tanpa pengelolaan logistik yang baik, transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan tepat waktu, penanganan darurat bencana tidak akan menghasilkan hasil yang sesuai harapan,” ungkap Bambang.(*)











