ADAKITANEWS, Kediri – Kontingen Kota Kediri sukses keluar sebagai Juara Umum I dalam ajang Kejuaraan Paralimpik Provinsi (Keparprov) Jawa Timur 2026 yang dihelat di lingkungan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (19/9/2026). Dalam kompetisi tersebut, Kota Kediri mengoleksi total 14 medali dengan rincian 9 medali emas, 2 medali perak, dan 3 medali perunggu.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, Un Achmad Nurdin, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi atas prestasi gemilang yang ditorehkan oleh para atlet selama kejuaraan berlangsung.
“Alhamdulillah, tentunya kita bersyukur karena dalam Keparprov Tahun 2026 ini Kota Kediri berhasil meraih juara umum. Ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya. Di mana pada Tahun 2024, Kota Kediri berada di peringkat ke-4, kemudian pada Tahun 2025 naik ke peringkat ke-3,” terangnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (21/9/2026).
Menurut Un Achmad, pencapaian luar biasa ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh atlet, pelatih, serta tim kontingen Kota Kediri. Kehadiran para atlet senior paralimpiade juga dinilai mampu memberikan inspirasi serta motivasi tambahan bagi atlet-atlet muda untuk terus mendongkrak prestasi mereka.
Sebagai bentuk komitmen pembinaan, Disbudparpora Kota Kediri telah menyalurkan sejumlah dana hibah kepada National Paralympic Committee (NPC) Kota Kediri. Dukungan anggaran ini dialokasikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pembinaan, pelatihan, serta peningkatan keterampilan dan kualitas para atlet.
“Dengan dukungan anggaran tersebut, kita berharap dapat meningkatkan keterampilan dan kualitas atlet-atlet NPC kita,” jelasnya.
Pada ajang Keparprov Jawa Timur 2026 ini, Kota Kediri menurunkan 10 atlet yang berlaga di cabang olahraga para atletik pada sejumlah nomor pertandingan, meliputi lari 100 meter, 200 meter, 400 meter, lempar lembing, serta lempar peluru. Kendati jumlah atlet yang dikirimkan terbilang terbatas, kontingen Kota Kediri terbukti mampu memaksimalkan potensi hingga merengkuh titel Juara Umum I.
“Tentunya kami ucapkan terima kasih kepada semua atlet dan pelatih yang telah berjuang dalam Keparprov tahun ini, mudah-mudahan ke depan prestasinya bisa lebih baik lagi,” tuturnya.
Un Achmad turut mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Kediri untuk senantiasa memberikan dukungan nyata bagi para atlet paralimpik. Baginya, prestasi membanggakan yang diraih tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi atlet semata, melainkan juga mengharumkan nama Kota Kediri di kancah regional.
Keparprov Jatim 2026 sendiri mempertandingkan cabang olahraga para atletik dan bola voli duduk yang diikuti oleh atlet serta ofisial dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Khusus pada cabang para atletik, NPCI Jawa Timur memberlakukan pembagian kelompok usia yang mencakup kategori 10–19 tahun serta 20–35 tahun. Kebijakan pembagian usia ini baru pertama kali diterapkan guna memperkuat proses regenerasi serta pembinaan atlet disabilitas secara berjenjang. Sementara itu, pada cabang bola voli duduk, pihak penyelenggara tidak menerapkan pembatasan kelompok usia demi menyesuaikan karakteristik serta kebutuhan teknis cabang olahraga tersebut.(*)











