adakita.news
Advertisement
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Sinergi Bank Indonesia dan ASPI Meluncurkan Kartu Kredit Indonesia dan Perluasan MDR QRIS 0 Persen

Rochmatullah KurniawanbyRochmatullah Kurniawan
18 Agustus 2026
Sinergi Bank Indonesia dan ASPI Meluncurkan Kartu Kredit Indonesia dan Perluasan MDR QRIS 0 Persen

Baca Juga

Sinergi Lintas Sektor, Bank Indonesia Kembali Gelar Karya Kreatif Indonesia 2026 untuk Dorong Daya Saing UMKM

Pimpin Apel Pagi, Gus Qowim Minta Jajaran Pemkot Kediri Waspadai Dampak Dinamika Global

Diikuti 5.000 Peserta, Bandara Dhoho Jadi Venue Kediri Half Marathon 2026

ADAKITANEWS, Jakarta – Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Nasional (ASPI) secara resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia bertepatan dengan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Inovasi ini dihadirkan sebagai langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekosistem ekonomi dan keuangan digital nasional.

Pengumuman kebijakan tersebut disampaikan pada acara Peluncuran Respons Kebijakan Sistem Pembayaran di Jakarta pada Senin (17/8/2026).

Bersamaan dengan peluncuran Kartu Kredit Indonesia, Bank Indonesia juga mengumumkan pembebasan biaya transaksi melalui perluasan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen yang efektif berlaku mulai 1 Oktober 2026.

Fasilitas MDR 0 persen dipertahankan untuk merchant Usaha Mikro (UMI) pada transaksi hingga Rp500.000. Kebijakan ini juga diperluas menyasar merchant usaha kecil, menengah, hingga besar untuk transaksi nominal maksimal Rp100.000, yang mana sebelumnya dikenakan biaya MDR sebesar 0,7 persen.

Langkah perluasan ini diharapkan mampu efisiensi biaya operasional pelaku usaha sekaligus memperluas jangkauan manfaat digitalisasi pembayaran di tengah masyarakat.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan pentingnya arah perkembangan sistem pembayaran yang bermuara pada kesejahteraan publik dan penguatan ekonomi nasional.

“Respons kebijakan ini berangkat dari satu optimisme bahwa kebijakan ini menjadi wujud nyata sumbangsih Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran bagi bangsa Indonesia, sekaligus menjadi hadiah kemerdekaan untuk masyarakat. Oleh karenanya, kebijakan ini dibangun atas prinsip keseimbangan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, membuka ruang tumbuh bagi merchant, serta menciptakan peluang baru bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran, dengan tetap menjaga keberlanjutan industri,” ujarnya.

Kartu Kredit Indonesia memfasilitasi mekanisme penundaan pembayaran (deferred payment) yang diproses sepenuhnya di dalam negeri. Berbasis sumber dana kartu kredit, sarana pembayaran ini diakses melalui teknologi QRIS, baik menggunakan skema pindai maupun Tap.

Terhitung sejak 17 Agustus 2026, sebanyak delapan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) resmi menerbitkan produk ini, yakni BCA, Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata, Bank Mega, serta BSI yang menyediakan skema pembiayaan syariah.

Fitur dan jangkauan layanan Kartu Kredit Indonesia akan terus ditingkatkan secara berkala demi menopang pertumbuhan ekonomi digital domestik.

Adapun adopsi QRIS di Indonesia memperlihatkan tren peningkatan yang signifikan. Data hingga Juni 2026 mencatat jumlah pengguna QRIS telah menembus angka 65,77 juta orang, dengan tambahan 6,23 juta pengguna baru pada paruh pertama tahun 2026.

Teknologi pembayaran digital ini telah diadopsi oleh 44,86 juta merchant, yang mana 96,68 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM. Angka ini mencerminkan inklusivitas akselerasi digital hingga ke sektor usaha mikro.

Sepanjang semester I 2026, volume transaksi QRIS mencapai 12,55 miliar kali dengan nilai nominal menyentuh Rp1,12 kuadriliun, atau mengalami lonjakan sebesar 93,92 persen secara tahunan (yoy).

Inisiatif peluncuran Kartu Kredit Indonesia beserta pembebasan MDR QRIS ini terwujud atas sinergi rapat antara BI, asosiasi, Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PSP), serta para pemangku kepentingan terkait.

Rangkaian kebijakan ini difungsikan untuk mendorong kemandirian ekonomi digital yang selaras dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 serta mendukung pencapaian program Asta Cita pemerintah.(*)

Tags: ASPIBank IndonesiaDestry DamayantiEkonomi DigitalKartu Kredit IndonesiaMDR 0 persenQRISsistem pembayaranUMKM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending Minggu Ini

Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

2 September 2026
Tampil Solid, Tim PKL Jalan Dhoho Kediri Sabet Juara Panjat Pinang di Festival Omah Sawah

Tampil Solid, Tim PKL Jalan Dhoho Kediri Sabet Juara Panjat Pinang di Festival Omah Sawah

30 Agustus 2026
Turun Langsung Dengarkan Aspirasi Pelaku Usaha, M Hadi Setiawan Tampung Usulan UMKM di Kediri

Turun Langsung Dengarkan Aspirasi Pelaku Usaha, M Hadi Setiawan Tampung Usulan UMKM di Kediri

29 Agustus 2026
Percepatan Pengadaan Tanah Tol Kertosono-Kediri dan Kediri-Tulungagung, Pemkab Kediri Dorong Skema Konsinyasi

Percepatan Pengadaan Tanah Tol Kertosono-Kediri dan Kediri-Tulungagung, Pemkab Kediri Dorong Skema Konsinyasi

29 Juli 2026
M Hadi Setiawan Hadiri Pengajian dan Berselawat Bersama Gus Elham Yahya di Sambijajar Kediri

M Hadi Setiawan Hadiri Pengajian dan Berselawat Bersama Gus Elham Yahya di Sambijajar Kediri

3 September 2026

Untuk Anda

HLUN 2026, KAI Daop 7 Madiun Tegaskan Komitmen Layanan Inklusif dan Diskon Tiket 20 Persen bagi Lansia
Travel

HLUN 2026, KAI Daop 7 Madiun Tegaskan Komitmen Layanan Inklusif dan Diskon Tiket 20 Persen bagi Lansia

29 Mei 2026
Reses Dapil II, Wakil Ketua DPRD Ketut Gutomo Soroti Infrastruktur Desa hingga Pemberdayaan Peternak
Advertorial

Reses Dapil II, Wakil Ketua DPRD Ketut Gutomo Soroti Infrastruktur Desa hingga Pemberdayaan Peternak

10 Maret 2026
adakita.news

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer/Klausula
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026