ADAKITANEWS, Kediri – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus memantau perkembangan harga serta ketersediaan bahan pangan guna menjaga stabilitas pasokan dan mengantisipasi gejolak harga di masyarakat. Pemantauan dilakukan setiap hari di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Setono Betek, Pasar Bandar, dan Pasar Pesantren, termasuk pada Jumat (31/7/2026).
Kepala DKPP Kota Kediri, Un Achmad Nurdin, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan sejumlah komoditas mengalami kenaikan maupun penurunan harga, sementara beberapa lainnya masih relatif stabil.
“Harga beras premium saat ini berada di angka Rp15.400 per kilogram dan tidak mengalami perubahan dari hari sebelumnya. Sementara minyak goreng curah tercatat Rp18.900 per liter. Telur ayam ras turun menjadi Rp23.833 per kilogram dari sebelumnya Rp24.166. Di sisi lain, daging ayam ras naik menjadi Rp35.167 dari Rp34.333 per kilogram. Cabai merah besar naik menjadi Rp34.667, cabai merah keriting Rp35.000, dan cabai rawit Rp47.333 per kilogram,” jelasnya.
Menurut Un Achmad Nurdin, kenaikan harga beras premium sempat menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri, kondisi tersebut dipengaruhi berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi yang belum memasuki masa panen sehingga ketersediaan beras di pasar masih terbatas.
Sementara itu, kenaikan harga minyak goreng curah dipengaruhi mekanisme pasar yang mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Adapun kenaikan harga daging ayam ras terjadi karena meningkatnya permintaan yang belum diimbangi dengan produksi di tingkat peternak.
Ia juga menjelaskan bahwa kenaikan harga berbagai jenis cabai dan bawang dipengaruhi musim kemarau yang mengakibatkan sejumlah lahan hortikultura mengalami keterbatasan pasokan air. Kondisi tersebut menyebabkan hasil panen menurun dan berdampak pada fluktuasi harga di pasaran.
Meski demikian, Pemerintah Kota Kediri memastikan ketersediaan bahan pangan masih dalam kondisi aman. DKPP terus memantau perkembangan harga dan siap melakukan intervensi apabila diperlukan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) bekerja sama dengan berbagai mitra, di antaranya Perum Bulog, PG Pesantren, serta mitra strategis lainnya.
“Kami berharap harga komoditas tetap stabil, pasokan pangan aman, dan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Kota Kediri juga diuntungkan karena merupakan daerah transit perdagangan. Berbagai daerah produsen memasok komoditas ke Kota Kediri sehingga meskipun bukan daerah penghasil, ketersediaan pangan di Kota Kediri tetap melimpah dan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan,” pungkasnya.(*)











