ADAKITANEWS, Kediri – Komando Distrik Militer (Kodim) 0809/Kediri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan daerah lewat Program Bhakti TNI. Salah satu wujud nyata dari program ini adalah pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Dusun Ngancar, Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.
Jembatan jenis komposit dengan konstruksi rangka besi WF serta beton bertulang tersebut dirancang memiliki panjang 12 meter dan lebar 3 meter. Masa pengerjaan berlangsung selama 21 hari, terhitung sejak Kamis (10/7/2026) hingga Jumat (31/7/2026).
Pembangunan sarana fisik ini menjadi solusi atas terputusnya konektivitas penghubung antara Desa Ngancar dan Desa Pandantoyo. Selain mempermudah pergerakan warga, proyek tersebut menjadi wujud kepedulian TNI dalam mendongkrak kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Sebelum pekerjaan dimulai, warga setempat terpaksa mengandalkan jembatan kayu. Usai jembatan utama roboh pada Mei 2020, lintasan darurat berbahan bambu digunakan sebagai penyambung sementara. Situasi itu menuntut masyarakat, pelajar, hingga petani berputar arah mengambil rute alternatif yang lebih jauh untuk menjalankan aktivitas harian.
Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah mengutarakan bahwa pembuatan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih merupakan wujud pelaksanaan Program Bhakti TNI yang selaras dengan kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto lewat sinergi Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Darat.
“Program ini bukan sekadar membangun sebuah jembatan, tetapi membangun harapan dan masa depan masyarakat. Kehadiran Jembatan Perintis Garuda Merah Putih diharapkan mampu mempermudah akses pendidikan, memperlancar mobilitas warga, mendukung distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di kedua desa,” kata Dhavid.
Ia menegaskan pihak Kodim 0809/Kediri berkomitmen terus meluncurkan ragam program teritorial yang berdampak langsung pada publik sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat.
“Kami ingin memastikan bahwa keberadaan TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sinergi bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan rakyat,” kata Dhavid.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Desa Pandantoyo Dian Astianti mengungkapkan rasa syukur atas realisasi pembangunan fisik yang sudah diimpikan warga sejak lama. Sejak jembatan utama ambrol pada Mei 2020, Pemerintah Desa Pandantoyo bersinergi dengan Pemerintah Desa Ngancar hanya mampu memfasilitasi jembatan darurat bambu agar alur lalu lintas warga tidak lumpuh total.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat bersyukur dengan adanya pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih oleh Kodim 0809/Kediri. Selama ini warga harus memutar dengan jarak yang cukup jauh untuk beraktivitas. Dengan jembatan permanen ini, kami optimistis mobilitas masyarakat akan kembali normal dan perekonomian desa semakin berkembang,” kata Dian.
Hingga kini, capaian pengerjaan jembatan telah menyentuh angka sekitar 85 persen dan ditargetkan rampung tepat waktu pada akhir Juli 2026.
Keberadaan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih ini diproyeksikan mampu memperkokoh konektivitas antarwilayah, memperlancar lalu lintas sosial ekonomi warga, sekaligus menjadi bukti konkret kontribusi aktif Kodim 0809/Kediri dalam mengawal pembangunan nasional.(*)











