ADAKITANEWS, Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri terus memperkuat langkah antisipasi dalam menghadapi musim kemarau panjang guna menjaga produktivitas sektor pertanian. Berbagai upaya strategis dijalankan atas arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, mulai dari menjamin ketersediaan solar subsidi hingga memperluas pembangunan sumur submersible untuk menyokong sistem pengairan lahan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri, Sukadi, menjelaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu program prioritas utama Bupati Hanindhito Himawan Pramana. Oleh sebab itu, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus mendongkrak kesejahteraan para petani lokal.
Sebagai bentuk kesiapan menghadapi kemarau, Pemerintah Kabupaten Kediri menjalin koordinasi intensif dengan pihak Pertamina guna memastikan pasokan solar subsidi bagi petani aman. Di samping itu, sinergi juga dibangun bersama PLN untuk mendukung program listrik masuk sawah melalui pemenuhan jaringan daya bagi operasional sumur submersible.
“Kami dengan Pertamina selalu berkomunikasi dan berkoordinasi, bahwasanya terkait dengan kebutuhan solar ini, kami minta untuk petani diprioritaskan. Dengan PLN juga, terkait program sumur submersible itu karena butuh listrik besar,” ujar Sukadi setelah menghadiri agenda penyaluran bantuan benih jagung pada Selasa (30/6/2026).
Sukadi menguraikan bahwa proses pengurusan surat rekomendasi untuk mendapatkan solar subsidi kini dipangkas agar lebih sederhana. Jika pada periode sebelumnya petani diwajibkan mengurus langsung ke Kantor Dispertabun, saat ini mereka cukup melapor kepada petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) di wilayah masing-masing.
Nantinya, petugas PPL yang akan mengoordinasikan pengajuan rekomendasi tersebut ke Dispertabun. Apabila seluruh berkas administrasi dinyatakan lengkap, termasuk melampirkan surat keterangan resmi dari pemerintah desa, surat rekomendasi dipastikan terbit pada hari yang sama.
“Rekom dari kami, hari itu juga kita akan kirim ke PPL untuk dicetak dan dikirimkan ke petani. Jadi sehari, mereka sudah bisa mendapatkan barcode solar bersubsidi,” tambahnya.
Walaupun skema birokrasi dipermudah, pengawasan ketat di lapangan tetap diberlakukan secara berkala untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi. Alokasi solar subsidi ini wajib digunakan khusus untuk mengoperasikan mesin diesel pompa air serta alat dan mesin pertanian (alsintan).
Selain jaminan bahan bakar, Pemerintah Kabupaten Kediri mengagendakan pembangunan sekitar 380 titik sumur submersible di sepanjang tahun 2026. Proyek pengadaan air ini bersumber dari kolaborasi anggaran pemerintah pusat serta daerah yang diperuntukkan bagi kelompok tani di Kabupaten Kediri.
“Kami dengan PLN Kediri maupun Mojokerto selalu berkomunikasi dan berkoordinasi terkait kebutuhan petani masalah listrik untuk diprioritaskan,” jelas Sukadi.
Di sisi lain, stimulus untuk meminimalkan beban pengeluaran produksi petani juga diwujudkan melalui pembagian bantuan benih. Pada tahun 2026 ini, sebanyak 200 ton benih jagung didistribusikan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan tanam di lahan seluas 13.300 hektare.
Saat menyerahkan bantuan benih jagung secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani pada akhir Juni 2026 lalu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang akrab disapa Mas Dhito menegaskan bahwa bantuan perangkat alsintan juga akan segera digulirkan kembali dalam waktu dekat.
“Kita tidak berhenti di sini, karena setelah benih kita masih memiliki bantuan nanti Alsintan, jumlahnya nanti ditunggu saja,” pungkas Mas Dhito.(*)











