ADAKITANEWS, Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berkomitmen menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan lewat pergelaran Festival Youth and Culture yang dipusatkan di area Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG) pada Kamis (18/6/2026).
Acara yang mengusung jargon utama “Saatnya Bekerja untuk Iklim” ini diselenggarakan sebagai bagian dari momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Sejak satu pekan sebelumnya, rangkaian agenda edukatif telah bergulir dengan menggandeng para pelajar, terutama dari instansi pendidikan yang menyandang predikat sekolah Adiwiyata di Kabupaten Kediri.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, menjelaskan bahwa fokus peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini sengaja diarahkan kepada para murid sekolah. Langkah ini dinilai strategis untuk mengakar budaya cinta alam yang berkelanjutan semenjak usia dini.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Kediri turut mendistribusikan 44 piagam penghargaan resmi dari Bupati Kediri untuk sekolah-sekolah Adiwiyata di level kabupaten. Apresiasi ini diberikan atas konsistensi dan dedikasi pihak sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai kepedulian lingkungan ke dalam ekosistem pendidikan.
“Pesan dari Mas Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana adalah bagaimana sekolah mampu membangun budaya lingkungan,” kata Putut.
Putut menambahkan, sistem manajemen pengolahan sampah menjadi salah satu indikator vital dalam keberhasilan program Adiwiyata. Di samping itu, pemeliharaan sarana sanitasi yang bersih serta pembiasaan penggunaan produk-produk ramah lingkungan menjadi poin yang tidak boleh terpisahkan demi mewujudkan area sekolah yang sehat.
“Pengelolaan sampah menjadi hal yang sangat penting. Selain itu juga sanitasi serta bagaimana memanfaatkan produk-produk yang ramah lingkungan,” tutur Putut.
Guna memantik antusiasme para siswa, DLH Kabupaten Kediri mengemas peringatan ini dengan beragam kompetisi kreatif. Beberapa di antaranya meliputi lomba menggambar untuk jenjang sekolah dasar, lomba desain poster bagi siswa sekolah menengah pertama, unjuk bakat musikalisasi puisi, hingga stan pameran produk kreasi daur ulang dari sekolah Adiwiyata.
Salah satu kontestan cabang lomba poster tingkat SMP, Florean Azaria Utomo asal SMP Negeri 1 Pagu, menuturkan bahwa dirinya telah melakukan persiapan matang selama tiga hari sebelum hari pelaksanaan lomba.
“Alhamdulillah, hari ini bisa mengikuti lomba poster dengan tema Bumi, dengan harapan melalui poster ini manusia dapat menyelamatkan bumi dari sampah,” ucap Florean.
Melalui kemeriahan festival ini, Pemerintah Kabupaten Kediri menaruh harapan besar agar semangat menjaga kelestarian alam terus bersemi di dalam sanubari generasi penerus, sehingga mampu membentuk gaya hidup peduli lingkungan yang kokoh di masa depan.(*)











