adakita.news
Advertisement
  • Nasional
    • Desa Kita
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
  • Nasional
    • Desa Kita
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
adakita.news
No Result
View All Result
Home Ekonomi

BPS Kota Kediri Catat Deflasi 0,37 Persen pada Januari 2026, Harga Pangan Jadi Penopang Utama

RedaksibyRedaksi
3 Februari 2026
BPS Kota Kediri Catat Deflasi 0,37 Persen pada Januari 2026, Harga Pangan Jadi Penopang Utama

Baca Juga

Inflasi Bulan Oktober Kota Kediri 0,01 Persen, Terendah di Jawa Timur

Pemkot Kediri Perkuat Implementasi Satu Data Indonesia Lewat Rencana Aksi Daerah 2026–2029

BPS dan TPID Kota Kediri Rilis Perkembangan Inflasi September 2026

ADAKITANEWS, Kediri — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatat terjadinya deflasi pada Januari 2026. Berdasarkan rilis resmi yang disampaikan secara daring, Senin (2/2/2026), Kota Kediri mengalami deflasi secara bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,37 persen, sementara inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) tercatat 3,30 persen.

Fungsional BPS Kota Kediri, Hilda Okta, menjelaskan bahwa deflasi m-to-m di Kota Kediri lebih dalam dibandingkan Jawa Timur yang tercatat 0,20 persen dan nasional sebesar 0,15 persen. Kondisi ini menunjukkan penurunan harga yang relatif lebih besar di wilayah Kota Kediri pada awal tahun 2026.

Menurut Hilda, terdapat sejumlah peristiwa pada Januari yang memengaruhi pergerakan harga berbagai komoditas. Di antaranya penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi pada 1 Januari 2026, penurunan harga daging ayam ras dan telur ayam ras ke level normal, serta turunnya tarif angkutan udara setelah sempat meningkat pada momen Natal dan Tahun Baru. Selain itu, kenaikan harga emas dunia turut berdampak pada harga emas perhiasan, sementara harga bawang putih naik akibat belum terealisasinya impor dari negara produsen.

Beberapa komoditas tercatat menjadi pendorong utama deflasi m-to-m di Kota Kediri. Cabai rawit memberikan andil deflasi sebesar 0,17 persen, bawang merah 0,09 persen, daging ayam ras 0,08 persen, cabai merah 0,06 persen, telur ayam ras 0,05 persen, bensin dan kangkung masing-masing 0,03 persen, bayam, sawi hijau, dan tomat masing-masing 0,02 persen, serta angkutan udara dan wortel sebesar 0,01 persen.

Sebaliknya, terdapat pula komoditas yang menjadi pendorong inflasi. Emas perhiasan menyumbang inflasi terbesar yakni 0,19 persen, disusul bawang putih 0,02 persen, serta Sigaret Kretek Mesin (SKM), pir, kontrak rumah, jeruk, kacang panjang, kipas angin, dan bioskop yang masing-masing memberikan andil 0,01 persen.

Menghadapi Februari 2026, BPS Kota Kediri mengimbau kewaspadaan terhadap potensi lonjakan harga, terutama menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan bulan Ramadan.

“Perlu diperhatikan ketersediaan beberapa komoditas seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bahan pangan lainnya mengingat pada bulan Februari terdapat perayaan Imlek dan Ramadan. Biasanya permintaan meningkat pada momen tersebut,” jelas Hilda.

Selain itu, akhir pekan panjang di pertengahan Februari juga berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat. BPS juga mewaspadai kemungkinan penyesuaian harga BBM serta potensi kenaikan harga emas perhiasan akibat situasi global.

“Kami berpesan kepada masyarakat agar tidak panic buying dan tetap berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian sekaligus Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, Bambang Tri Lasmono, saat dihubungi terpisah, Selasa (3/2/2026), menyampaikan bahwa tren deflasi pada Januari merupakan fenomena yang lazim. Ia mencontohkan pada Januari 2024 deflasi bahkan tercatat lebih dalam, yakni 0,70 persen.

“Deflasi di bulan Januari wajar karena pada Desember harga pangan cenderung lebih tinggi akibat Natal dan Tahun Baru. Ketika masuk Januari, permintaan kembali normal,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas harga pada Februari yang bertepatan dengan Imlek dan awal Ramadan, TPID Kota Kediri akan menggelar High Level Meeting (HLM). Forum tersebut bertujuan menyinkronkan dan mengharmonisasikan kebijakan antar pemangku kepentingan, sekaligus menyusun strategi menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah agar inflasi tetap terkendali dan stabil.(*)

Tags: BPSBPS Kota KediriDeflasi Januari 2026Ekonomi KediriHarga PanganInflasi Jawa TimurInflasi Kota KediriRamadan 2026Statistik EkonomiTahun Baru ImlekTPID Kota Kediri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending Minggu Ini

DP3AP2KB Kota Kediri Perkuat Implementasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Melalui Kampung KB Ketami

DP3AP2KB Kota Kediri Perkuat Implementasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Melalui Kampung KB Ketami

3 November 2026
Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

Rincian Lengkap Mutasi Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 Pemkot Kediri yang Dilantik Wali Kota Vinanda Prameswati

2 September 2026
Kurang dari 24 Jam! Polsek Ngunut Bekuk Emak-Emak Terduga Pencuri Mobil Honda Jazz Tetangga

Kurang dari 24 Jam! Polsek Ngunut Bekuk Emak-Emak Terduga Pencuri Mobil Honda Jazz Tetangga

28 Oktober 2026
Tunjukkan Daya Juang Tinggi, Mahasiswa KIP Kuliah UNP Kediri Raih Apresiasi Wamendiktisainstek

Tunjukkan Daya Juang Tinggi, Mahasiswa KIP Kuliah UNP Kediri Raih Apresiasi Wamendiktisainstek

29 Oktober 2026
Dukung Ekonomi Kreatif, Pemkot Kediri dan OJK Gelar Financial Festival 2026

Dukung Ekonomi Kreatif, Pemkot Kediri dan OJK Gelar Financial Festival 2026

25 Oktober 2026

Untuk Anda

Dekranasda Jombang Siapkan Aplikasi Geospasial, Yuliati Warsubi: UMKM Harus Jadi Pilar Utama Ekonomi
Nasional

Dekranasda Jombang Siapkan Aplikasi Geospasial, Yuliati Warsubi: UMKM Harus Jadi Pilar Utama Ekonomi

11 April 2026
Jamin Stok Aman Jelang Ramadan, Wali Kota Vinanda Tekankan 3 Strategi Kendalikan Inflasi di Kediri
Ekonomi

Jamin Stok Aman Jelang Ramadan, Wali Kota Vinanda Tekankan 3 Strategi Kendalikan Inflasi di Kediri

13 Februari 2026
adakita.news

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer/Klausula
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Peristiwa
    • Tentara Kita
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Budaya
    • Religi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Travel
  • Opini
  • Advertorial

PT. Adakita Aksara Mediatama - ©2026